Home » Utama » Lima Nelayan Filipina Masih Tertahan di Tarakan

Lima Nelayan Filipina Masih Tertahan di Tarakan

Lima Nelayan Filipina Masih Tertahan di Tarakan

TARAKAN – Meskipun pihak Kantor Imigrasi Tarakan telah melakukan koordinasi dengan pihak Konsulat Filipina yang berada di Manado, namun hingga Selasa (13/3) pagi kelima nelayan asal Tawi-Tawi Filipina yang sempat terombang-ambing di laut Sulawesi masih berada di ruang detensi kantor Imigrasi Tarakan.
Sudah hampir sebulan kelima nelayan yang masing-masing bernanama Denton, Asraf, Saman, Bunsan, dan Kids menunggu perwakilan negaranya menjemput. Dikatakan Kepala Seksi Informasi dan Sarana Keimigrasian Kantor Imigrasi Kota Tarakan, Fuad Azhari pihaknya belum ada konfirmasi lebih lanjut dari Konsulat Filipina yang ada di Manado.
“Kemungkinan kalau belum ada jawaban dalam minggu-minggu ini akan kita pindahkan ke rumah detensi yang ada di Balikapapan. Soal kendala bukan pada kami, yang jelas persoalan ini sudah kita ajukan ke konsulatnya. Mungkin disana belum ada jawaban dari atasan, karena ini harus dipastikan bahwa kelima nelayan ini memang warga mereka,” terangnya.
Disinggung soal biaya pemindahan, Fuad memastikan telah ditanggung oleh Kantor Imigrasi Tarakan, tetapi untuk kepulangan ke negara asal kelima nelayan ini menjadi tanggung jawab konsulat Filipina yang ada di Manado.
“Kalau sudah melewati batas waktu yang kita miliki, yaitu 30 hari setelah diserahkan kepada kita. Tetapi belum ada kejelasan pemulangan dan konsulat maka kita akan pindahkan ke Balikpapan. Seharusnya memang kita kirim ke Manado, tetapi kalau antar provinsi sedikit panjang urusanya karena harus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak,” ucapnya.
Selama berada di ruang detensi Kantor Imigrasi, Fuad memastikan jika kelima nelayan Filipina ini dalam keadaan yang baik-baik saja, bahkan perilaku kelimanya juga baik. Karena ada salah satu dari kelima orang ini bisa berbahasa Melayu, maka tidak kesulitan dalam berkomunikasi.
“Ada salah satu orang yang bisa bahasa melayu, atas nama Denton. Dari hasil komunikasi kami tidak ada keluhan dari mereka dan kita juga sudah memberikan penjelasan bahwa kita sudah melakukan koordinasi ke konsulat mereka,” bebernya.
“Mereka ini harus benar-benar dipastikan dulu apakah warga negara Filipina atau bukan, dan mereka sedang membuktikan hal ini makanya masih butuh waktu. Kalau kasus seperti ini, 90 persen mereka tidak mau membuat kesalahan karena mereka sebenarnya juga ingin cepat pulang ke negara asal, tetapi prosedurnya tetap harus dilalui terlebih dulu. Makanya selama berada disini mereka baik-baik saja,” pungkasnya.



Lazada Indonesia