Home » Politik » Ingin Gunakan Hak Suara, Wajib Bawa KTP

Ingin Gunakan Hak Suara, Wajib Bawa KTP

Ingin Gunakan Hak Suara,  Wajib Bawa KTP

TARAKAN –Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan, Teguh Dwi Subagio menyatakan bahwa warga Tarakan wajib membawa kartu identitas diri pada saat menggunakan hak suaranya pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, pada 27 Juni mendatang. Identitas diri dimaksud, bisa berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).
Hal ini sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan Suara Dalam Pemilihan Kepala Daerah, yang salah satu pasalnya menegaskan bahwa, meskipun masyarakat sudah membawa formulir C6, tetapi yang bersangkutan tetap harus membawa KTP atau Suket.
“Ini peraturan baru dan akan diterapkan pada Pilwali Tarakan 2018 ini. Jangan langsung ditanggapi tidak baik, karena ini akan menjadi kontrol yang baik bagi kami, khususnya petugas Panitia Pemungutan Sura (PPS). Bahwa orang yang akan menggunakan hak pilihnya benar-benar orang yang sesuai, dan masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), serta membawa C6 untuk mencegah potensi praktik-praktik penyalahgunaan atau mencoblos lebih dari satu,” ucapnya, Selasa (13/3).
Lebih lanjut, dikatakan Teguh, menurutnya hal ini merupakan wujud konkret rencana pembangunan. Karena data base kependudukan harus akurat, sesuai dengan tujuan program e-KTP. Oleh karena itu, ini akan menjadi kata kunci Disdukcapil untuk membenahi data, supaya ada akurasi data kependudukan.
“Itu aturan sudah sangat jelas, makanya jangan main-main. Artinya e-KTP ini kan tidak berat dan hal yang melekat pada diri kita, karena berada di dompet. Kalau belum punya, bisa mengurus ke Disdukcapil dan pembuatannya gratis, hanya memang perlu sedikit mengantri,” ucapnya.
Ia menjelaskan, melalui data yang akurat, pemerintah bisa merencakan pembangunan dengan baik.
“Saya logikanya begitu, Kalau sudah akurat dan sudah ada surat keterangan, maka tidak akan sulit membawanya untuk mencoblos di TPS. Untuk saat ini masih masa pemutakhiran data pemilih, sudah saya sampaikan ke petugas kita di lapangan. Masih ada waktu 3 bulan lagi untuk masyarakat yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih yang terdaftar untuk ke Disdukcapil membuat e-KTP,” paparnya.
Nantinya, akan ada 298 TPS yang melayani warga Tarakan untuk memilih pemimpin. “Jangan lantas mengaku ketinggalan atau gak punya e-KTP atau Suket. Karena tidak akan terlayani untuk mencoblos,” tegasnya. 



Lazada Indonesia