Home » Headline » Ratusan Barang Tidak Layak Masih Beredar di Nunukan dan Sebatik

Ratusan Barang Tidak Layak Masih Beredar di Nunukan dan Sebatik

Ratusan Barang Tidak Layak  Masih Beredar di Nunukan dan Sebatik
Disperindagkop Kaltara melakukan pengawasan barang tidak layak di wilayah Nunukan dan Sebatik.

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kalimantan Utara (Kaltara), Hartono melalui Kepala Seksi Perlindungan Konsumen dan Pengawasan, Septi Yustina menyampaikan, pihaknya masih menemukan ratusan barang tidak layak yang beredar di wilayah Nunukan dan Pulau Sebatik. Berdasarkan kegiatan pengawasan yang dilaksanakan minggu lalu, barang tidak layak meliputi seluruh item kebutuhan. Baik berupa kebutuhan pokok, olahan makanan dan minuman, kosmetik dan keperluan sehari–hari lainnya.
Terkait indikator yang menjadi rujukan untuk mengindikasi barang tersebut tidak layak, Septi menjelaskan terdiri dari tanggal kedaluwarsa, kemasan, kepemilikan label dan kelengkapan dokumen penunjang. Adapun khusus persoalan tanggal kadaluwarsa, lebih dikarenakan faktor kesadaran yang minim untuk menerapkan skema perputaran barang. Dimana banyak pedagang ditemui tidak menerapkan kegiatan retur (pengembalian barang) dalam jangka waktu tiga bulan sebelum tanggal kedaluwarsa.
“Untuk kegiatan pengawasan perdana ini yang dilakukan di salah satu titik perbatasan, masih banyak barang tidak layak yang dijual di sana. Bahkan ada satu toko di Sebatik yang hampir semua barangnya ini kedaluwarsa,” terang Septi saat dikonfirmasi di meja kerjanya, Selasa (13/3).
Di luar faktor kelalaian dari pihak pedagang, Septi tidak menampik jika keadaan ini dikarenakan adanya jeda pengawasan yang cukup lama dari periode sebelumnya. Menurutnya, intensitas tersebut memiliki peran yang cukup signifikan dalam menumbuhkan kesadaran pada pihak pedagang. Namun hal tersebut sudah diberi penegasan oleh pihaknya ketika melakukan pengawasan. Dimana ketika ada pedagang yang kedapatan membandel pada evaluasi berikutnya, maka sudah ada regulasi penindakan yang siap untuk diberikan.
Ketika ditanya terkait komoditas barang yang beredar di luar regulasi resmi, Septi tidak bisa berkomentar terlalu banyak. Menurutnya, skema keluar masuknya barang dari luar negeri, kewenangannya berada di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Sedangkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pihaknya sendiri, terbatas pada barang yang sudah dijajakan pedagang.
“Di perbatasan memang ada barang yang dijual dari sebelah (Malaysia), namun kita susah membuktikan apakah barang ini legal atau tidak. Paling yang bisa kita lakukan adalah sosialisasi terkait adanya standar yang tidak sesuai dari barang–barang tersebut,” papar Septi.
Septi meminta masyarakat sebagai konsumen, harus bisa menumbuhkan kesadaran untuk teliti sebelum membeli berbagai jenis kebutuhan. Selain memperhatikan sisi kelayakan, masyarakat juga harus cerdas untuk menentukan skala kebutuhan sesuai jangka waktu tertentu.
“Intinya teliti dahulu sebelum membeli, perhatikan kedaluwarsa dan ciri–ciri lainnya. Masyarakat juga harus cerdas dengan membeli barang sesuai kebutuhan. Sehingga meminimalisir adanya barang kedaluwarsa karena disimpan terlalu lama,” tutup Septi. 



Lazada Indonesia