Home » Advertorial » Mindset Kerja Cepat, Kerja Keras Dorong Kaltara Berubah Nyata

Mindset Kerja Cepat, Kerja Keras Dorong Kaltara Berubah Nyata

Mindset Kerja Cepat, Kerja Keras  Dorong Kaltara Berubah Nyata
KULIAH TAMU : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama sejumlah mahasiswa Kaltara usai memberikan kuliah pada acara Kuliah Tamu FH Unmul Samarinda Stadium Generale V-The GE Studies bertajuk ‘Membangun Perbatasan Negara, Mendistribusikan Kesejahteraan’ di Rektorat Unmul Samarinda Gedung B Lantai IV, Rabu (14/3).

SAMARINDA – Bermodalkan penanaman mindset atau pola pikir untuk selalu bergerak cepat, responsif, kerja keras dan mematuhi hukum yang berlaku, Provinsi Kaltara sebagai provinsi termuda di Indonesia kini mampu menunjukkan perubahan yang nyata dalam segala bidang kehidupan. Ini merupakan salah satu pernyataan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat memberikan kuliah umum pada acara Kuliah Tamu Fakultas Hukum (FH) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Stadium Generale V-The GE Studies bertajuk ‘Membangun Perbatasan Negara, Mendistribusikan Kesejahteraan’ di Rektorat Unmul Samarinda Gedung B Lantai IV, Rabu (14/3).
“Apapun bisa dicapai dengan cepat, asal mau kerja cepat dan bekerja keras. Pada zaman global saat ini, tantangan semakin sulit, rumit dan mematikan. Untuk memenangkan persaingan tersebut, dibutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Mindset-lah yang menjadi titik awal perubahannya,” kata Irianto.
Kampus sangat berperan penting dalam upaya itu. Tak hanya bertindak sebagai center of excellence. Tapi, juga berperan sebagai pusat perubahan. “Proses pendidikan yang ada harus benar, sehingga tidak lahir generasi yang keliru dan berbahaya. Jadi, cara mendidik juga metodenya harus benar. Dalam hal ini, bisa dilihat dan ditiru cara pendidikan di kalangan TNI,” jelas Gubernur.
Hasil dari perubahan paradigma di Kaltara, sejumlah keberhasilan dicapai. Di antaranya, terealisasinya program rehab rumah warga kurang mampu. “Dari awal Kaltara berdiri hingga saat ini, sudah 5 ribu rumah warga kurang mampu direhab. Nah, tahun ini, Kaltara mendapatkan bantuan rehab rumah dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sebanyak 2 ribu unit rumah. Sementara dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), kita alokasikan 300 hingga 500 unit rumah per tahun,” ungkapnya. Mensejahterakan orang miskin, merupakan tugas pemimpin.
Dengan komunikasi intensif, Kaltara juga mampu memanfaatkan kehadiran tamu negara untuk percepatan pembangunan infrastrukturnya. Salah satunya, kehadiran Presiden Joko Widodo. “Presiden Joko Widodo pernah datang langsung dan menaiki menara pantau di Sebatik, Kabupaten Nunukan. Dengan kedatangan itu, jembatan yang dilalui menuju menara sudah dibetonisasi dengan anggaran Rp 150 miliar dari APBN. Dulunya, jembatan itu kayu,” ucap Gubernur.
Dengan perjuangan intensif, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara yang dikomandoi Gubernur Kaltara saat ini berhasil meyakinkan Pemerintah Pusat untuk membangun akses jalan tembus dari Kalimantan Barat ke Sabah melalui perbatasan Kaltara. Panjangnya sekitar 1.900 kilometer, dan tengah berproses terus pengerjaannya. “Kalau tidak salah, anggaran yang dikucurkan sudah mencapai Rp 300 triliunan,” ulas Gubernur. 



Lazada Indonesia