Home » Headline » Kapal Perang Asing Masuk Perairan Indonesia

Kapal Perang Asing Masuk Perairan Indonesia

Kapal Perang Asing Masuk Perairan Indonesia
Jajaran Angkatan Laut Indonesia bersama Malaysia dan Filipina berfoto bersama usai upacara pembukaan latihan.

TARAKAN – Kapal perang milik Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) KD Baung-3509 dan kapal perang dari Angkatan Laut Filipina BRP General Mariano Alvares memasuki wilayah perairan Indonesia. Keduanya langsung digiring oleh KRI Sidat-851 milik TNI Angkatan Laut ke pelabuhan Malundung Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Kedatangan kapal perang asing ini dalam rangka latihan bersama menanggulangi ancaman keamanan di masing-masing wilayah negara, khususnya di perairan Sulu Filipina yang pada 2016 lalu sempat diresahkan dengan aksi kelompok teroris Abu Sayaf. Kapal perang ketiga negara yang terlibat dalam latihan bersama ini merupakan jenis patrol cepat yang biasa digunakan dalam kegiatan patroli. Latihan bersama melibatkan 126 personel.
“Dengan maraknya perampokan yang terjadi di wilayah perbatasan tiga negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, dan Filipina, khususnya di perairan Sulu, maka Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, dan Panglima TNI untuk segera melakukan koordinasi dengan ketiga negara. Kemudian ditindaklanjuti dengan latihan bersama ini, dan kegiatan ini sudah yang kedua kalinya,” terang Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Sigit Setiyanta, Rabu (4/4).
Lebih lanjut dikatakan Sigit, bahwa latihan bersama dalam tajuk Port Visit Indomalphine ke-2 ini merupakan kerjasama pengamanan perbatasan untuk mencegah tindakan perampokan, terorisme, narkoba, dan kejahatan lainnya.
“Ini adalah upaya dari tiga negara untuk menjamin pengguna laut dari aksi kejahatan, dengan demikian akan tercipta kondisi aman dan nyaman bagi siapa saja yang menggunakan laut. Latihan ini kita mulai 4-6 April. Skenario latihan adalah begaimana ada kesamaan tindak pada waktu menghadapi ancaman laut, dan akan langsung dibawa ke pangakalan terdekat. Bisa dibawa ke Indonesia, Malaysia, maupun Philipina untuk memproses para pelaku kejahatan di laut,” paparnya dalam konferensi pers di Mako Lantamal XIII Tarakan.
Untuk kapal perang yang terlibat dalam latihan ini di antaranya KRI Sidat-851, KD Baung-3509 milik Malaysia, dan BRP General Mariano Alvarez milik Filipina. Ketiga kapal ini jenis patrol cepat dengan jumlah personel masing-masing kapal antara 35-45 personel, sehingga secara keseluruhan ada 126 personel yang terlibat dalam latihan.
Untuk skenario secara mendetail latihan, Sigit belum bisa merincikan tetapi pada dasarnya kegiatan ini akan dilakukan dengan berbagai simulasi penanggulangan terorisme, narkoba, perampokan, dan kejahatan di luat lainnya.
Sejak diluncurkan pada 2 Agustus 2017, latihan bersama tiga negara ini sudah dilakukan sebanyak empat kali, dua di Tarakan Indonesia, dua lainnya masing-masing di Malaysia dan Philipina. Berkat adanya kegiatan ini, kondisi perairan di laut Philipina khususnya di Tawi-Tawi dan Sulu sudah mulai kondusif, bahkan aksi pembajakan kapal yang pernah dilakukan oleh kelompok Abu Sayaf sudah tidak pernah terdengar lagi. 



Lazada Indonesia