Home » Nasional » Gara-gara Anak Setan, Kepsek Lengser

Gara-gara Anak Setan, Kepsek Lengser

Gara-gara Anak Setan,  Kepsek Lengser
PROTES: Pelajar SMA Negeri 2 Kota Malang, Jawa Timur pada Kamis (5/4), memenuhi halaman sekolah untuk memprotes kepala sekolah yang dianggap arogan dan kerap menegur siswa dengan kata-kata kotor. (foto: ist/ net)

MALANG – Pelajar SMA Negeri 2 Kota Malang, Jawa Timur menggelar unjuk rasa. Mereka mengecam arogansi kepala sekolah (Kepsek) dengan memenuhi halaman sekolah di Jalan Laksamana Martadinata.
Berbekal poster dan spanduk, seluruh pelajar memilih ikut aksi dan meminta Kepsek Dwi Retno, mundur. Proses belajar mengajar pun ditiadakan hari ini, Kamis (5/4).
“Kami dibilang anak setan, apakah itu pantas diucapkan oleh kepala sekolah,” teriak seorang pelajar saat berorasi.
Menurut seorang pelajar lain, arogansi kasek sudah keterlaluan. Mereka dikatakan miskin, jelek, bodoh, hingga anak setan.
“Ada yang dikatain anak setan, jelek, miskin. Itu disampaikan kepala sekolah. Dia justru menunjukkan arogansi, bukan malah mengajarkan yang baik sebagai guru,” ujar Ramadhani salah satu siswa duduk di bangku kelas 11.
Seluruh halaman sekolah penuh aksi pelajar kelas 10, 11 dan 12 ikut aksi demo. Berbagai macam spanduk dipasang sebagai bentuk kecaman.
Salah satunya, “Turunkan Kepala Sekolah, Anda Di Sini Sebagai Tamu, Jangan Sok Berkuasa Sampai Bernai Menantang Kami”,”Pendidikan Bukan Ladang Bisnis”, “Kami Inginkan Smanda Layaknya Surga Bukan Neraka”,”Mendidik Bukan Menghardik”. Dan masih banyak yang lain
Pelajar lain juga menyinggung mobil Pajero yang merupakan mobil operasional sekolah. Namun selama ini, seakan menjadi mobil pribadi kepala sekolah. “Siapapun tidak boleh memakai,” keluhnya.
Para pelajar juga menduga ada penyalahgunaan dana sekolah. Mereka pun menuntut transparansi keuangan.
Sementara itu hingga pukul 08.15 WIB, dilakukan pertemuan yang difasilitasi polisi, menghadirkan perwakilan pelajar, wali murid, guru, dan kepala sekolah. Pertemuan itu digelar di aula sekolah.
Teriak suka cita diluapkan massa pelajar, usai mendengar pencopotan Dwi Retno sebagai kepala sekolah. Pengumuman disampaikan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Malang Tri Suharno yang mewakili Dinas Pendidikan (Disdik) di hadapan pelajar yang menunggu di halaman depan aula, tempat pertemuan digelar.
“Dengan melihat apa yang disampaikan, mendengar dari para siswa maupun bapak ibu guru. Bapak kepala dinas pendidikan Provinsi Jawa Timur cepat merespons memberikan amanat kepada saya, selaku Ketua MKKS SMA Kota Malang, bahwa mulai besok pagi, ibu Retno sebagai kepala sekolah ditarik ke cabang dinas,” ucap Tri Suharno disambut sorak gembira siswa, Kamis (5/4).
Tri Suharno meminta para siswa mencopot atribut demo, membersihkannya dari lingkungan sekolah.
“Silakan kembali pulang, jangan euforia berlebihan. Mari menyiapkan UNBK bagi yang kelas 12,” tutup Suwarno.



Lazada Indonesia