Home » Ekonomi » H-30 Ramadan, Cabai Tiung dan Rawit Naik

H-30 Ramadan, Cabai Tiung dan Rawit Naik

H-30 Ramadan, Cabai Tiung dan Rawit Naik
HARGA kebutuhan pokok menjelang Ramadan cenderung stabil. Hanya cabai yang alami kenaikan.

TANJUNG SELOR – Menjelang Bulan Suci Ramadan yang akan tiba setidaknya 30 hari lagi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat, hanya komoditas cabai saja yang alami kenaikan harga.
Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan di empat kabupaten dan satu kota di Kaltara, tercatat harga cabai jenis tiung dan rawit alami kenaikan sebesar Rp5.000 per kilogramnya. Atau untuk cabai tiung saat ini dijual Rp75.000 per kg dan cabai rawit dengan harga Rp65.000 per kg.
Adapun untuk kebutuhan konsumsi lainnya yang dikategorikan dalam 64 item, instansi yang beralamat di Jalan Sengkawit ini mencatat bahwa mayoritas tidak ada kenaikan. Sedangkan penurunan sendiri, terjadi pada jenis cabai keriting dari Rp60.000 per kg menjadi Rp50.000 per kg, wortel dari Rp28.000 per kg menjadi Rp25.000 per kg dan ikan bandeng, layang dan tongkol yang sama rata turun dari Rp30.000 per kg menjadi Rp25.000 per kg.
Terkait adanya kenaikan harga cabai, Kepala Seksi Perlindungan Konsumen dan Pengawasan pada Disperindagkop Kaltara, Septi Yustina menyampaikan, keadaan tersebut dipengaruhi ketersediaan yang menipis karena faktor cuaca. Menurutnya, daerah penghasil utama seperti Berau sedang mengalami penurunan kuantitas distribusi.
“Namun tidak sampai dalam kategori ekstrem untuk kenaikan harga cabai ini, periodenya pun tidak terlalu lama,” terang Septi saat ditemui di meja kerjanya, Senin (16/4).
Saat ditanya persiapan dalam menyambut momen Ramadan, Septi menginformasikan bahwa pada tanggal 26 bulan ini, akan diadakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh lintas sektor dan mengikutsertakan perwakilan Kementerian Perdagangan dan Bank Indonesia. Dalam rapat tersebut, pemerintah fokus dalam membahas upaya stabilisasi kuantitas ketersediaan barang dan harga yang beredar. Selain itu, akan juga dirancang strategi upaya pengawasan ke pusat-pusat perdagangan pada setiap daerah.
“Melihat tren di tahun sebelumnya yang stabil, kami optimis tahun ini bisa mengikuti. Untuk ketersediaan sendiri, salah satunya kita didukung telah lancarnya sarana transportasi termasuk adanya tol laut dan beberapa opsi daerah distribusi. Kemudian untuk stabilisasi harga pun, kita terbantu adanya opsi alternatif daerah pengirim,” jabar Septi.
Terpisah, salah satu pedagang di Pasar Induk Tanjung Selor, Suhartini membenarkan bahwa kondisi harga menjelang sebulan sebelum momen ramadhan, masih berlangsung stabil. Adapun kenaikan harga yang terjadi pada komoditas cabai sendiri, menurutnya tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat permintaan masyarakat.
“Masih stabil aja mas semuanya. Cabai aja paling naik lima ribu sampai sepuluh ribu. Tapi itu juga terkadang naik dan terkadang turun,” terang Tini – sapaan akrabnya, saat ditemui di tempatnya berjualan pada hari yang sama.
Namun yang menurutnya harus diperhatikan pemerintah, khususnya komoditas sayur, yakni terletak pada kelancaran distribusi pasokan yang berasal dari daerah lain. Kendati Tini hanya mengetahui alasan keterlambatan biasanya dikarenakan cuaca, namun ia berharap ada solusi yang bisa menjawab persoalan tersebut.
“Sayur di sini kan memang banyaknya dari luar daerah, seperti Berau. Kalau cuma dari Bulungan saja, harganya pasti sangat mahal sekali karena produksinya sedikit,” tutup Tini. 



Lazada Indonesia