Home » Worldsport » Kado Juara untuk Tetangga

Kado Juara untuk Tetangga

Kado Juara untuk Tetangga
dailymail TAK PERCAYA: Tampil luar biasa pekan lalu, Paul Pogba nyatanya tak mampu berbuat banyak saat menghadapi tim paling bawah di Liga Inggris, West Bromwich Albion.

MANCHESTER – Berakhir sudah perburuan gelar juara di kompetisi paling bergengsi Eropa, Premier League. Seiring dengan kekalahan Manchester United 0-1 dari tamu mereka West Bromwich Albion Minggu (15/4) tengah malam lalu, tetangga mereka yang berisik, Manchester City pun berhak atas trofi yang musim lalu jadi milik Chelsea tersebut.
Pada pertandingan di Old Trafford, United kalah lewat gol tunggal Jay Rodriguez pada babak kedua yang tak mampu dibalas Red Devils. Ironis, karena The Baggies, julukan West Brom, adalah tim paling bawah klasemen yang seharusnya bisa dikalahkan anak asuh Jose Mourinho, terlebih pekan lalu United berhasil mengalahkan City 2-3 di Etihad Stadium.
Dengan kekalahan ini, Setan Merah tetap di peringkat kedua dengan mengoleksi 71 poin berjarak 16 poin dari City. Mengingat kompetisi tinggal menyisakan lima pertandingan, City tidak mungkin lagi bisa dikejar dan kekalahan membuat United seolah memberikan kado juara kepada tim tetangganya tersebut. Sementara itu, West Brom menghidupkan peluangnya untuk tetap bertahan di Liga Inggris. West Brom masih terkubur di dasar klasemen dengan 24 poin, tertinggal 11 poin dari Swansea City di urutan 17, zona aman.
Jose Mourinho menolak anggapan City bisa jadi juara karena kado dari timnya yang mengalami kekalahan. “Saya memenangkan sejumlah gelar juara dan saya tak akan gembira bila ada seseorang berkata saya memenangkan gelar juara karena pihak lain kalah dalam sebuah pertandingan,” paparnya. “City menjadi juara karena mereka meraih lebih banyak poin dibandingkan tim lainnya. Jangan katakan City juara karena Manchester United gagal menang [lawan WBA], hal itu tidak adil untuk mereka,” sebut Mourinho lagi.
Mourinho menyebut Manchester United membuang peluang untuk bisa memenangkan pertandingan di laga ini. “Kami adalah ahli membuat situasi mnejadi rumit. Segalanya terasa rumit. Kami seolah tak ingin memainkan laga yang simpel. Semuanya terasa lambat karena pemain seolah ingin melakukan flick, trick, dan berputar. Kami tak layak meraih kekalahan, namun kami memberikan mereka kesempatan untuk memenangkan pertandingan,” jelasnya.
Mourinho mengeluhkan penampilan anak asuhnya yang disebutnya terlalu rumit yang akhirnya menyulitkan diri sendiri. “Tidak ada aliran permainan yang lancar. Kami tidak layak kalah, tapi kami memberi WBA peluang untuk menang,” pungkas Mourinho.
United masih punya peluang menyudahi musim dengan meraih trofi di ajang Piala FA. Mereka akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur di babak semifinal Minggu (22/4) pekan depan. 



Lazada Indonesia