Home » Nasional » Bangunan Runtuh, 6 Siswa dan Satu Guru Meninggal

Bangunan Runtuh, 6 Siswa dan Satu Guru Meninggal

Bangunan Runtuh,  6 Siswa dan Satu Guru Meninggal
Petugas dibantu masyarakat mengevakuasi korban runtuhnya tembok sarang walet di Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (16/4). (Foto: ist/ net)

CIREBON- Enam siswa sanggar karawitan, serta satu orang guru meninggal dunia akibat tertimpa tembok sarang burung walet, di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (16/4).
“Korban meninggal dunia ada tujuh orang yang tertimpa reruntuhan tembok,” kata Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra di Cirebon, Senin (16/4).
Tembok sarang burung walet yang sudah tua itu roboh dan menimpa tempat latihan karawitan yang sedang digunakan berlatih siswa sekolah SMPN 1 Gegesik. Tempat latihan itu adalah sanggar tradisional milik Suherman (48).
“Kejadiannya itu sekitar pukul 10.30 WIB di mana tembok bangunan tua gudang sarang burung walet roboh menimpa tempat latihan,” kata Risto.
“Pada saat latihan tiba-tiba tembok runtuh sehingga menimbulkan korban jiwa,” lanjutnya.
Ketujuh korban meninggal dunia dalam tragedi ini adalah Andra (13), Arid (13), Fada (13), Fardi (14), Adzikri (14), Suparti (13) dan Suherman (48).
Selain merenggut tujuh nyawa, kejadian itu juga membuat dua orang luka-luka, satu luka berat dan satu luka ringan.
Gina Yuliana (13), salah satu korban selamat mengatakan saat itu dia sedang duduk di depan teras sanggar. Dia menunggu giliran menabuh alat musik gamelan Cirebon karena Gina terlambat datang.
“Saya pas datang lihat teman-teman yang lain latihan karena terlambat jadi menunggu giliran,” kata Gina yang merupakan salah satu pemain gamelan yang akan ikut dalam pagelaran seni di Kabupaten Cirebon.
Namun, tak lama berselang, Gina melihat bangunan setinggi 15 meter yang diketahui bekas sarang walet runtuh. Bangunan pun menimpa sanggar dan orang-orang yang sedang berlatih.
Saat itu, Gina spontan lari untuk menyelamatkan diri. “Saya sama teman saya lari dan sempat lihat Dalang Herman tertimpa reruntuhan,” kata dia sembari mengingat kembali kejadian tersebut.
Gina mengaku sempat menangis melihat temannya tertimpa reruntuhan. “Saya hanya bisa menjerit ketakutan minta tolong bahkan handphone saya juga hilang saking takutnya tertimpa reruntuhan sarang walet,” ujar Gina.
Pascaperistiwa ini, di hari yang sama alat berat sudah berada di tempat kejadian. Petugas satu per satu mengangkat puing bebatuan dan alat musik gamelan yang tertimpa reruntuhan.
“Kita memastikan tidak ada korban yang tertimbun lagi selain itu kami juga,” kata Dankisar Brimob Den C Pelopor Polda Jabar Iptu M Rofik.
Sementara dari data yang didapat, tujuh orang dinyatakan meninggal dunia, satu orang kritis, satu orang luka ringan dan dua orang selamat. Dia mengaku, semua korban sudah dievakuasi.
“Sisa membersihkan puing-puing reruntuhan semoga tidak ada korban lagi,” kata dia.



Lazada Indonesia