Home » Patroli » Dagang Sabu, Isfar dan Arifudin Ditangkap Polisi

Dagang Sabu, Isfar dan Arifudin Ditangkap Polisi

TARAKAN - Dua pengedar narkoba jenis sabu, yakni Isfar dan Arifudin dibekuk jajaran Sat Reskoba Polres Tarakan. Mereka dibekuk di lokasi yang sama, yakni Jl Pantai Amal Baru RT 12, Kelurahan Pantai Amal, Sabtu (14/4) dini hari.
Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Ipda Taharman menjelaskan,penangkapan Isfar dan Arifudin berawal dari informasi warga sekitar yang mengetahui adanya sebuah rumah yang kerap dijadikan tempat transaksi dan pesta sabu-sabu.
“Tidak lama setelah mendapatkan informasi, petugas Reskoba langsung bergerak. Setibanya di lokasi, petugas mencurigai sebuah rumah yang diduga sebagai tempat transaksi barang haram,” jelas Taharman saat dikonfirmasi, Senin (16/4).
Dikatakan Taharman, saat melakukan pengintaian di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas melihat dua orang dengan gelagat mencurigakan. Tak lama berselang, petugas akhirnya mengamankan keduanya untuk dilakukab pemeriksaan dan penggeledahan.
“Ketika dilakukan penggeledahan terhadap Isfar, petugas mendapatkan 14 bungkus plastik berisi sabu dengan berat 8,65 gram, yang disembunyikannya di dalam kipas angin yang sudah dimodifikasi,” ungkapnya.
Mantan Penyidik BNNK Tarakan ini membeberkan, tidak hanya menggeledah badan dan barang-barang milik Isfar, petugas juga menggeledah Arifudin. Hasilnya petugas kembali mendapatkan barang bukti yang dicari.
“Dari tangan Arifudin petugas berhasil menyita satu bungkus plastik berisikan sabu dengan berat 0,47 Gram, yang disembunyikannya di dalam tas warna krem,” terangnya.
Lanjut Tharman, karena terbukti menyimpan sabu, Isfar dan Arifudin selanjutnya digiring ke Mako Polres Tarakan beserta BB yang ada, guna pemeriksaan lebih lanjut.
“Kedua pelaku ini memang tinggal satu rumah, setelah kita lakukan penggeledahan, dari tangan mereka masing-masing didapat BB (Barang Bukti) dengan berat dan jumlah yang berbeda,” urainya.
Ketika dilakukan penydikan, Isfar dan Arifudin mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari salah satu bandar yang ada di Tarakan. Keduanya juga mengakui barang yang dibeli selanjutnya dijual kembali kepada para pelanggannya.
“Saat ini kita sudah mengantongi nama pasok barang haram tersebut kepada Isfar dan Arifudin. Kita juga tengah melakukan pengejaran terhadap pemasoknya, guna memberantas peredaran narkoba di Tarakan,” katanya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Isfar dan Arifudin akan mendekam di balik jeruji besi dengan waktu yang lama. Selain itu, dari tangan keduanya turut disita berbagai barang bukti seperti plastik pembungkus, kipas angin, tas, alat hisap atau bong, pipe kaca dan bungkus rokok.
“Untuk Isfar akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Sub pasal 112 ayat (2) UURI nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal semumur hidup. Sedangkan Arifudin dijerat pasal 114 ayat (1) Sub pasal 112 ayat (1) lebih sub 127 (1) huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman 5 tahun penjara,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia