Home » Advertorial » Genjot Pembangunan Konektivitas Antardaerah

Genjot Pembangunan Konektivitas Antardaerah

Genjot Pembangunan Konektivitas Antardaerah
TUAI HASIL : Kondisi jalan di perbatasan, Long Bawan-Long Midang sebelum dan sesudah dibenahi. Jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer itu, kini telah terbangun mulus dengan konstruksi aspal hotmix.

TANJUNG SELOR – Di bawah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie bersama Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara H Udin Hianggio, Provinsi Kaltara yang baru berusia 5 tahun, bergerak cepat membangun konektivitas antardaerah di provinsi termuda di Tanah Air ini. Sedikit demi sedikit, hasilnya mulai terlihat. Berbagai sarana mulai terbangun, seperti jalan, jembatan, hingga infrastruktur lainnya.
Semenjak lima tahun lalu, tepatnya 22 April 2013, H Irianto Lambrie yang ketika itu menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur langsung tancap gas, untuk membawa Kaltara tak lagi ketinggalan dengan provinsi lain. Selain menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal, kemudian pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur untuk konektivitas antara kabupaten/kota juga digenjot pembangunannya. Jalan-jalan yang sebelumnya masih kurang memadai kini sudah dinikmati masyarakat. Misalnya, Jalan Trans Kalimantan. Meski belum 100 persen, dari Tanjung Selor (ibu kota provinsi) hingga Seimenggaris terbangun semua, hingga kini sudah hampir 90 persen selesai. Pembangunan pun masih terus berjalan.
Mulusnya jalan dari Tanjung Selor hingga Malinau juga telah dirasakan masyarakat. Warga yang biasanya harus menempuh perjalanan 7 sampai 8 jam dari Malinau ke ibukota provinsi, kini bisa ditempuh 4 hingga 5 jam perjalanan saja.
Selain jalan antar kabupaten, pembangunan jalan di wilayah perbatasan yang didanai melalui APBN juga mulai terlihat hasilnya. Di Krayan, Nunukan salah satunya. Jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer dari titik perbatasan Long Midang hingga Long Bawan, kini telah terbangun mulus dengan konstruksi aspal hotmix.
Gubernur mengatakan, terealisasinya pembangunan jalan ini merupakan hasil sinergisitas antara pemerintah daerah dan pusat. “Atas nama masyarakat Indonesia di provinsi perbatasan Indonesia (Provinsi Kaltara) mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, Menteri PUPR, Mendagri, Menteri PPN/Ka Bappenas, serta seluruh jajaran pemerintahan pusat atas sinergi yang hebat, kita bisa mengatasi persoalan-persoalan di perbatasan. Memang tidak sekaligus, namun secara bertahap, kita optimis infrastruktur yang memadai di perbatasan akan terpenuhi,” urai Gubernur.
Masih di wilayah perbatasan, pembangunan 1.920 kilometer jalan paralel perbatasan di Kalimantan (termasuk di Kaltara yang terpanjang), ditarget tuntas di 2019. Pemerintah menargetkan tak ada lagi jalan paralel perbatasan Kalimantan yang belum tembus di 2019 nanti. 



Lazada Indonesia