Home » Advertorial » Melalui APBD Kucurkan Rp 639 Miliar untuk Bangun Jalan

Melalui APBD Kucurkan Rp 639 Miliar untuk Bangun Jalan

TANJUNG SELOR – Di dalam setiap pembahasan APBD Provinsi Kaltara, alokasi anggaran untuk pembangunan atau pengembangan jalan menjadi prioritas Pemprov Kaltara. Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, terhitung sejak Kaltara efektif memiliki APBD pada 2014, hingga saat ini sudah dikucurkan anggaran sebesar Rp 639.584.953.895 untuk pembangunan jalan maupun jembatan.
Pembangunan jalan yang didanai melalui APBD, difokuskan sebagai pendukung program pengembangan wilayah, kawasan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor, Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, serta sebagian untuk mendukung kawasan perbatasan negara.
“Berdasarkan data dari DPUPR-Perkim (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman) Kaltara, dari dana sebesar itu, sudah terlaksana pembangunan jalan dan jembatan sepanjang 173,723 kilometer dari kebutuhan total panjang jalan-jembatan 591,907 kilometer,” kata Gubernur.
Konektivitas memang menjadi penekanan Irianto selama ini. Lantaran, dengan terbukanya konektivitas, khususnya bagi masyarakat di wilayah perbatasan, maka akan meningkatkan peluang pertumbuhan daerah juga perbaikan perekonomian. “Di 2018, anggaran juga diprioritaskan untuk infrastruktur, dalam hal ini penyelesaian perbaikan jalan yang ada. Juga pembangunan kantor OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Begitupula, dukungan dari APBN yang dikerjakan Satker (Satuan Kerja) dari sejumlah kementeria,” papar Gubernur.
DUKUNGAN APBN
Tak hanya berbekal APBD, Irianto juga mengusung anggaran pusat untuk meningkatkan atau membangun ruas jalan baru di Kaltara, melalui lobi-lobi ke kementerian terkait. Teranyar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XII-Balikpapan, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Zeni TNI Angkatan Darat (AD) pun melakukan penandatanganan 6 paket pekerjaan pembangunan jalan perbatasan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kaltara dengan panjang 132 kilometer senilai Rp 330,72 miliar.
Khusus wilayah Kaltara, ruas jalan di Provinsi Kaltara yang ditandatangani kontraknya, adalah pembangunan 4 ruas jalan perbatasan, di antaranya ruas Long Nawang-Long Pujungan (Buka Hutan) 1 sepanjang 30 kilometer, Long Nawang-Long Pujungan (Buka Hutan) 2 sepanjang 30 kilometer, Long Pujungan-Long Kemuat-Langap (Buka Hutan) 3 sepanjang 20 kilometer dan Long Pujungan-Long Kemuat-Langap (Buka Hutan) 4 sepanjang 17 kilometer. Total nilai kontrak keempat ruas tersebut Rp 243,27 miliar.
Gubernur memastikan bahwa masyarakat di jalan perbatasan Kaltara sudah sangat menunggu pembangunan jalan tersebut karena dengan dibangunnya akses jalan tersebut akan mempercepat pertumbuhan di setiap sektor yang ada. Seperti diketahui, pembangunan jalan perbatasan di Kalimantan merupakan salah satu prioritas Kementerian PUPR mewujudkan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla membangun Indonesia dari pinggiran dalam rangka menjaga NKRI. 

 



Lazada Indonesia