Home » Utama » Bupati dan Wagub Menangis

Bupati dan Wagub Menangis

Bupati dan Wagub Menangis
MELAYAT : Wagub Kaltara bersama dengan Bupati Nunukan saat melayat di kediaman hingga ke pemakaman Jaya Martom, Minggu (6/5).

NUNUKAN – Jenazah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan, H. Jaya Martom SE dimakamkan di tempat pemakaman muslim yang berada di Kampung Jawa RT 6 hanya beberapa meter dari rumahnya, Minggu (6/5). Banyak pihak yang merasa kehilangan akan kebaikan sosoknya.
Sebelum melakukan penguburan, jenazah Jaya Martom yang diletakan di depan halaman rumahnya ini terlebih dahulu dibaca perjalanan karirnya di pemerintahan Kabupaten Nunukan dan disaksikan oleh Wakil Gubernur H. Udin Hiangio dan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid.
Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid dalam penyambutan dihadapan jenazah Jaya Martom tak kuasa menahan air matanya.
“Saya sangat bangga sekali memiliki pegawai seperti almarhum,” ucapnya sambil menangis.
Dia juga mengaku beliau selalu membantu masyarakat yang kesusahan. Bahkan, kata dia, beliau tidak jarang mengesampingkan aturan untuk membantu masyarakat.
“Tidak sedikit masalah pemerintah beliau menyelesaikan dengan baik tanpa pemberitahuan bupati. Saya merasa kehilangan. Saya mengimbau kepada masyarakat jika ada kesalahan almarhum mohon dimaafkan. Dan pihak keluarga semoga diberi ketabahan,” terangnya lagi.
Udin Hianggio juga merasa terpukul atas kepergian kepala dinas ini. Kata dia, pendidikan membutuhkan pegawai dan generasi seperti beliau. “Kepada keluarga yang ditinggal agar ikhlaskan kepergiannya dengan tulus semoga kalian menjadi penerus dari cita cita beliau,” ujar dia sedih.
Diketahui Jaya Martom lahir di Enrekang pada tanggal 2 September 1966 silam. Martom menikah dengan Sriyanti, S.SOs dan dikarunia dua orang Anak yakni Eka Damayanti dan Dwi Yanto.
Martom dipromosikan sebagai kepala Disdikbud pada tanggal 2 Maret 2017. Ini tak terlepas dari dedikasi yang dimilikinya sangat tinggi. Sementara awal perjalanan ASN Jaya Martom bermula saat bergabung CPNS melalui BKKBN dan ditempatkan pada jabatan Calon Penyuluh KB pada 1 Maret 1995.
Sebelumnya, Jaya Martom tewas saat mengendarai mobil dinasnya sekira pukul 07.00 WITA, Sabtu (5/5). Mobil Hilux warna putih ini masuk ke perkebunan warga di Sei Bilal tak jauh dari depo isi ulang air minum. Kuat dugaan mobil yang dikendarai Jaya Martom oleng saat terserang penyakit jantung. Proses evakuasi warga pun terhambat lantaran korban terkunci dalam mobil sehingga warga pun memecahkan kaca mobil tersebut dan mengeluarkan korban.
Sayang, ketika dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah, korban sudah tidak dapat tertolong lagi. Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi melalui Kasubag Humas Polres Nunukan, Iptu M Karyadi mengatakan, dugaan sementara disebabkan penyakit jantung. “Kita belum tahu lainnya. Kemudian keperluannya beliau apa dan dari mana beliau, masih kita dalami,” terangnya kepada Koran Kaltara, Minggu (6/5).
Sebagai tetangga dan sahabat, Karyadi menerangkan beliau dikenal sangat baik terhadap warga di lingkungannya. “Yang jelas beliau sangat ramah dengan tetangganya. Saya juga kenal baik beliau tidak pernah ada masalah dengan tetangganya,” tambahnya.



Lazada Indonesia