Home » Akademika » Kalau Tidak Ada Strategi, Tak Akan Berhasil

Kalau Tidak Ada Strategi, Tak Akan Berhasil

Kalau Tidak Ada Strategi, Tak Akan Berhasil

JAKARTA- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyentil Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir yang selalu meminta tambahan anggaran dari dirinya.
Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam acara diskusi publik pada rangkaian acara Hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Menurut Sri Mulyani, Kemenristekdikti merupakan salah satu yang paling beruntung. Pasalnya, Kemenristekdikti dan bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki anggaran yang sudah diatur dalam konstitusi yakni sebesar 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Apalagi, keduanya juga tidak perlu mengajukan proposal pengajuan anggaran karena sudah ditetapkan dan akan naik seiring naiknya APBN pemerintah. Hal tersebut justru berbanding terbalik dengan
“Tadi pak Nasir bilang, ‘Bu tolong dibangunkan Politeknik’. Hanya dalam 5 menit saja saya sudah dapat request,” ujarnya di Kemenristekdikti, Jakarta, Senin (7/5/2018).
Menurut Sri Mulyani, saat dirinya menjadi Menteri Keuangan untuk pertama kalinya, anggaran untuk pendidikan hanya sebesar Rp29,5 triliun. Hal tersebut justru berbanding terbalik dengan anggaran alokasi untuk pendidikan saat ini yang sudah mnyentuh angka Rp444 triliun.
“Berapa anggaran waktu saya menjadi Menkeu pertama kalinya tahun 2005. Itu belum 20%. Tapi kira-kira berapa ? Itu Rp29,5 triliun untuk anggaran pendidikan. Waktu mendapat judicial review harus ikuti konstitusi maka mulai saat itu kita mengikuti 20%. Tahun ini berapa? Rp444 triliun,” jelasnya.
Menurutnya, dibandingkan harus meminta pembangunan Politeknik baru yang harus diperbaiki adalah bagaimana peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Artinya sekolah-sekolah maupun kampus harus bisa berperan untuk mendidik benar-benar anak-anaknya.
Karena menurutnya, untuk urusan anggaran sudah sangat memanjakan para tenaga pengajar. Baik itu dosen maupun guru dengan tunjangan yang diberikan oleh pemerintah. “Ya ibu bapak minta itu poin saya kalau bicara investasi sumber daya manusia tidak bicara berapa jumlah uang yang saya keluarkan. Kalau perguruan tinggi hanya sibuk saya bangun kampus sendiri maka lucunya yang merasa frustasi saya Menteri Keuangan,” ucapnya.
Selain itu, yang harus diperbaiki adalah bagaimana tata kelola keuangan yang baik dari masing-masing Kementerian. Menurutnya, pemerintah selalu memberikan anggaran untuk pembangunan politeknik, namun hingga saat ini masih saja ada bangunan politeknik yang mangkrak.
“Coba bandingkan dengan Rp29 triliun. Dikasih uang berapapun kalau tidak punya strategi kita berhasil membelanjakan dan tidak ada hasil,” ucapnya. 



Lazada Indonesia