Home » Patroli » Palak Sopir Truk, Anggota Polisi Bakal Dipecat

Palak Sopir Truk, Anggota Polisi Bakal Dipecat

Palak Sopir Truk,  Anggota Polisi Bakal Dipecat
ILUSTRASI: Ratusan sopir menggelar aksi protes pungutan liar di Kabupaten Langkat, pada Juni 2017 lalu.

JAKARTA – Wakil Kepala Polri, Komjen Syafruddin menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ampun apabila ada anggotanya yang ketahuan melakukan pungli atau memalak sopir truk pengangkut logistik.
Hal itu disampaikan Wakapolri menyikapi keluhan-keluhan para sopir truk dari berbagai daerah ke Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/5).
Komjen Syafruddin mengaku, kini tidak ada lagi anggotanya yang memalak. Tapi, kalau ketemu, ia memastikan akan ada sanksi berat. “Kalau itu ketangkap sama Propam, kita pecat,” kata Komjen Syafruddin, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/5).
Dia mengatakan, polisi zaman sekarang hampir tidak ada lagi yang pungli. Namun, ia mengaku, masih ada banyak premanisme yang terjadi dan memalak para pengemudi truk.
“Mereka (polisi) juga jijiklah mau pungli-pungli yang Rp5 ribu, Rp10 ribu sekarang. Renumerasi besar sekarang, polisi itu. Lebih dari gajinya. Iya. Lebih dari gajinya,” katanya.
Maka dengan kondisi seperti itu, ia menilai tidak masuk akal kalau ada anak buahnya yang berbuat demikian. Namun, bila ada satu atau dua oknum, maka langsung akan dipecat. Kalaupun ada keluhan, ia meminta agar dirinya langsung dilaporkan.
“Langsung ke saya saja. Nanti saya akan bilang. Langsung ke saya, saya kasih nomor telepon. Langsung ke Wakapolri. Tapi harus benar. Kalau enggak kita proses juga dia,” ujarnya menegaskan.
Kemudian, ia menekankan jika ada aparat yang bermain-main dengan pungli, Wakapolri meminta agar disertakan buktinya. Baik itu berupa video atau dalam bentuk lain, seperti tangkap tangan.
“Para media silakan videokan para polisi yang ada di jalan. Ini perintah saya. Ya. Saya langsung pecat. Begitu ada videonya benar, kita pecat hari itu. Telanjangin dia. Keras sekali kita. Karena kenapa? Sudah cukup negara memberikan kepada mereka,” ujarnya mengancam.
Polri tidak ingin lagi bermain-main. Bahkan, sanksi pemecatan akan dilakukan kalau justru Kapolda sendiri yang terbukti. “Kapoldanya kita copot. Saya enggak main-main kalau saya. Saya kan pernah ngomong, Kapolda akan kita periksa dan copot. Copot benaran.”
Sebelumnya, 70 orang perwakilan pengemudi truk bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/5). Mereka mengeluhkan pungutan liar yang harus mereka tanggung saat melewati sejumlah titik rawan mulai dari lintas Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan.
“Lewat warung saja harus bayar, kalau tidak kaca pecah, ranjau, ban disobek. Itu siang bolong pak,” kata seorang pengemudi.
Mendengar hal itu, Jokowi langsung menyuruh Wakapolri mencatat seluruh keluhan seperti titik-titik rawan yang disampaikan tadi.
“Kalau seperti itu suka diminta bayar berapa?” tanya Presiden kepada pengemudi.
Mereka beramai-ramai menyebutkan nominal. Salah seorang dari mereka menuturkan jumlahnya selalu berubah tergantung keinginan preman.
“Variasi. Kalau ingatnya Rp200 ribu ya Rp200 ribu. Kalau Rp2 juta ya Rp2 juta,” jawab mereka.



Lazada Indonesia