Home » Utama » Baru, Gas Elpiji Non Subsidi Ukuran 5,5 Kg

Baru, Gas Elpiji Non Subsidi Ukuran 5,5 Kg

TANA TIDUNG- Ahmad Ubaidilah Maksum, Sales Eksekutif Lapangan Wilayah Balikpapan-Kaltara, mengatakan bahwa pihak Pertamina meluncuran gas elpiji non subsidi dengan ukuran 5,5 Kilogram (Kg), setelah sebelumnya hadir dengan ukuran 3 Kg dan 12 Kg.
“Elpiji melon diperuntukkan bagi warga tidak mampu yang mempunyai penghasilan setiap bulannya dibawah Rp 1,5 juta, itu artinya elpiji non subsidi dapat dibeli oleh warga yang memiliki penghasilan diatas Rp 1,5 juta bahkan lebih, karena jika elpiji melon juga ikut dibeli warga mampu maka akan semakin memberikan beban bagi warga tak mampu,” katanya, Selasa malam (15/5) lalu saat pawai obor menyambut Ramadan di lapangan Stadion Mini, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap.
Banyaknya pembelian elpiji melon ukuran 3 Kg dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) di KTT Rp 27 ribu pertabungnya sementara tidak menutupi kebutuhan warga tidak mampu akan tabung tersebut, membuat elpiji ukuran 5,5 Kg ini diharapkan bisa menjadi pilihan warga yang dianggap memiliki kemampuan.
Dengan mengandalkan 8 pangkalan elpiji yang ada di KTT ini, pihaknya meminta kerjasama dan peran aktif pemerintah untuk ikut mengawasi peredaran dan pemasaran elpiji subsidi supaya elpiji subsidi memang benar-benar untuk warga tak mampu saja sementara warga yang miliki penghasilan besar sudah harus melirik dan menggunakan elpiji baik ukuran 5,5 Kg maupun 12 Kg.
Dengan ukuran launching 5,5 Kg pihaknya menyasar warga dengan golongan ekonomi menengah yang mungkin saja terbebani jika harus membeli elpiji dengan ukuran tinggi (12 Kg) maka elpiji ukuran 5,5 Kg dianggap penengah dan solusi merata bagi warga diatas rata-rata, sehingga elpiji melon bagi warga tak mampu, ukuran 5,5 Kg dan 12 Kg bagi warga mampu supaya bisa diterapkan khususnya bagi warga KTT ini kelak.
“Tidak perlu khawatir elpiji akan kehabisan karena untuk KTT sendiri disiapkan 8 pangkalan yang siap memberikan layanan kepada warga akan tetapi kami tetap meminta semunya sesuai jalur pembelian, ada yang subsidi dan ada yang non subsidi, agar tidak ada keluhan terkait tidak tercovernya warga tak mampu maupun masih adanya kebocoran penjualan bagi warga mampu yang ikut-ikutan membeli elpiji subsidi,” sambungnya.
Sebagai informasi, pangkalan yang ada di Desa Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap memasok sekitar 3 ribu tabung elpiji subsidi yang mengcover kebutuhan beberapa desa yang ada di Kecamatan Sesayap, akan tetapi keluhan terkait pendistribusiannya yang dianggap tak tepat sasaran masih saja terjadi sebab warga ada saja yang harus membeli ke pengecer dengan harga antara Rp 35 ribu sampai Rp 50 ribu pertabungnya, dimana tidak semua warga terlayani di pangkalan yang ada.
“Kami yakin dengan peran pemerintah dan warga yang ikut mengawasi maka penjualan elpiji subsidi maupun non subsidi akan sesuai porsinya yang seharusnya dan bisa tepat sasaran,” harapnya. 



Lazada Indonesia