Home » Patroli » Tersangka Sabu 1 Kilo Bertambah

Tersangka Sabu 1 Kilo Bertambah

Tersangka Sabu 1 Kilo Bertambah
TIBA DI NUNUKAN: Kasat Reskoba AKP Hasan (paling kanan di depan) tiba di Nunukan dengan membawa tiga tersangka dari Balikpapan (tiga berjejer mulai paling kiri), atas kasus penyelundupan 1 kilogram sabu dari Malaysia, Selasa (5/6).

NUNUKAN - Setelah menangkap AW (29) yang merupakan kurir Sabu 1 kilogram (kg) di kapal KM Lambelu pada Minggu (3/6) lalu, Satreskoba Nunukan ternyata melakukan pengembangan hingga di Balikpapan dan menangkap tiga tersangka lain.
Dua warga Kota Balikpapan berinisial IW dan HS yang ditangkap, merupakan kurir yang siap menerima barang haram tersebut dari tangan AW ketika tiba di Balikpapan, untuk dikirimkan kepada sang bandar.
Kapolda Kaltara Brigjend Pol Indrajit melalui Diresnarkoba Polda Kaltara, AKBP Adi Affandi mengatakan, kedua kurir asal Balikpapan tersebut dijanjikan upah sebesar Rp 50 juta. Keduanya mengaku diperintah oleh HS, penghuni Lapas Kelas II A Samarinda, yang diduga sebagai pemilik Sabu seberat 1 kg.
“Jadi tersangka IW ini, merupakan kurir yang siap membawa Sabu itu menuju tangan HR. HR sendiri merupakan adik dari HS yang merupakan pemilik Sabu itu, dan juga teman dari AW yang diamankan di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan,” jelasnya, Rabu (6/6).
Ia mengungkapkan, walaupun dua tersangka ditangkap di Balikpapan yang masuk wilayah hukum Polda Kaltim, tetapi proses hukumnya tetap ditangani Polda Kaltara.
Sebab, lanjut dia, barang bukti sabu seberat 1 kg itu berada di wilayah hukum Polda Kaltara, tepatnya di Polres Nunukan.
“Tapi kalau ada barang bukti Sabu juga ditemukan di Balikpapan, itu berarti sudah masuk kewenangan Mabes Polri. Karena, barang bukti ditemukan di dua daerah yang berbeda wilayah hukum Polda. Tapi ini tidak ada juga, yang di Balikpapan itu hanya kurir yang siap mengedarkan Sabu yang dibawa oleh AW,” jelas Affandi.
Kronologi
Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi mengatakan, kronologi penangkapan dua tersangka baru ini berawal dari hasil interogasi Satreskoba Dipimpin Kasat Narkoba AKP Hasan Setyabudi, timnya berangkat ke Balikpapan dan berhasil menangkap HS dan IW. Dari situ diketahui bahwa satu kilogram Sabu tersebut merupakan pesanan narapidana Lapas Bayur Samarinda, berinisial HR.
“Kan HS ini menjemput Sabu itu di pelabuhan Semayang Balikpapan. Kemudian HR ini menyuruh IW untuk mengambil sabu dari tangan HS,” terangnya Kapolres dalam rilis di Mako Polres Nunukan, Rabu (6/6).
Mengetahui sabu ini merupakan pesanan napi Lapas Samarinda, tim Satreskoba pun langsung mendatangi HR di dalam Lapas. Dan HR pun mengakui perbuatannya. “Kita juga menangkap saudara kandung dari HS ini. Dia adalah NH yang berperan sebagai AW kepada HR,” ungkapnya lagi.
Dalam pengiriman ini ternyata upah yang diberikan berbeda-beda. Sebab, AW hanya diupah sebesar Rp20 juta. Untuk HS diupah sebesar Rp150 juta. “Nah kalau IW ini belum tahu berapa diberi upah, karena mereka belum ada membahas upah IW,” tambahnya.
Affandi menceritakan, kronologi penangkapan tersangka baru tersebut, awalnya AW yang merupakan tersangka pertama dibawa ke Balikpanan untuk pelacakan kurir selanjutnya dan pemesannya.
Setelah tiba di Pelabuhan Balikpapan, tiba-tiba I datang untuk menjemput barang haram tersebut untuk dibawa ke tersangka H. “Yang di Balikpapan itu, hanya perpanjangan tangan semua. AW ini sengaja kami bawa ke Balikpapan, untuk menangkap kurir lainnya, serta mengetahui siapa yang memesan,”ungkap dia.
Seperti di ketahui, kasus sabu 1 kg tersebut merupakan hasil tangkapan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 621/Manuntung bersama Satreskoba Polres Nunukan. AW penumpang KM Lambellu tujuan Nunukan – Balikpapan berhasil diamankan di dek kapal lantai 1.
Dari tangan AW, petugas menemukan Sabu seberat 1 kg yang disimpan di dalam kotak makan atau Tupperware yang dibawa dari Malaysia.
“Barang bukti yang diamankan di Balikpapan itu adalah dua unit motor yang digunakan untuk mengambil barang, serta 5 buah HP dari berbagai jenis,” pungkasnya.



Lazada Indonesia