Home » Utama » Pemkot Beri Kelonggaran Usai Cuti Bersama ASN

Pemkot Beri Kelonggaran Usai Cuti Bersama ASN

TARAKAN – Berbeda dengan pemerintah daerah lain yang memberikan sikap tegas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), yang melarang menambah cuti maupun telat masuk kerja usai cuti bersama Lebaran. Pemerintah Kota justru memberikan kelonggaran kepada ASN yang telat masuk kerja, asalkan memberikan alasan yang jelas dan pasti.
Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat kepada Koran Kaltara, menurutnya ini merupakan agenda tahunan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga para ASN sudah paham dengan konsekuensi yang bakal diterima jika melanggar ketentuan yang ada, sehingga akan lebih bijak dalam menjalankan cuti bersama ini.
“Setiap tahun dalam kalender aturan pemerintah sudah ada berkaitan dengan cuti menyambut dan selama Lebaran, bahkan pemerintah juga telah merilis dan kita sudah menindaklanjuti ketentuan tersebut. Dan tentu ada sanksi bila ada pelanggaran,” ungkapnya, Jumat (8/6).
Lebih lanjut dikatakan Arief, pengalaman selama ini menunjukan bahwa keterlambatan ASN masuk usai libur Lebaran hanya nol koma sekian. Meskipun dirinya berharap semua ASN di lingkungan Pemkot Tarakan dapat masuk tepat waktu secara keseluruhan, namun dalam perjalanannya pasti ada kendala yang tidak bisa dihindari.
“Mungkin ada kemungkinan ada kendala dari sisi ticketing, sakit, dan alasan lainya. Apapun persoalanya asalkan masih lumrah dan memang karena kendala teknis bukan kesengajaan kita masih berikan toleransi. Yang penting ada laporan dan pertanggungjawabanya,” ucapnya.
Menurut Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, siapapun yang berangkat keluar kota sudah pasti mempersiapkan segala sesuatunya, baik itu soal tiket, menjaga kesehatan, dan kebutuhan selama mudik lebaran. Bahkan persiapan ini biasanya dilakukan jauh-jauh hari supaya perjalanan yang dilakukan lancar dan aman.
Disinggung mengenai Inspeksi Mendadak (Sidak) di hari pertama masuk kerja ASN, Arief juga belum bisa memberikan ketegasan apakah akan dilakukan atau tidak. Bahkan saat ditanya apakah ini ada kaitanya dengan politik, dimana dalam waktu dekat masyarakat Tarakan akan melaksanakan pemilihan wali kota dan wakil wali kota periode 2019-2024 dirinya tidak menjawab.
“Kalau sidak kita lihat saja nanti, biasanya akan ada laporan dari dinas-dinas soal itu. Kalau sekarang Plt-nya fleksibel saja,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia