Home » Utama » Disdukcapil Butuh 10 Ribu Blangko

Disdukcapil Butuh 10 Ribu Blangko

Disdukcapil Butuh 10 Ribu Blangko
BERIKAN PELAYANAN : Nampak seorang warga saat sedang mengurus dokumen kependudukannya.

MALINAU – Ribuan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Kabupaten Malinau belum tercetak, karena ketersediaan jumlah blangko masih terbatas. Sehingga, warga saat ini masih memegang Surat Keterangan (Suket).
“Dari target yang sudah perekaman itu sebanyak 18 ribu jiwa. Namun yang tercetak saat ini mencapai 8 ribu,” kata Kadisdukcapil Malinau, Zainal Arifin kepada Koran Kaltara, pekan lalu.
Kendati demikian, sambung Zainal, pihaknya masih memerlukan blangko E-KTP untuk diberikan kepada warga yang telah melakukan perekaman.
“Jadi kita masih memerlukan 10 ribu KTP lagi yang belum tercetak. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi dan diberikan blangkonya,” ujarnya.
Selain blangko menurut dia, saat ini pihak juga berupaya menyelesaikan pemanfaatan dokumen kependudukan di lingkungan Pemerintah Daerah.
“Ada beberapa pemanfaatan dokumen kependudukan di 51 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang harus diselesaikan,” ungkapnya.
Sedangkan bagi warga Malinau yang wajib KTP, menurut dia, baru tercapai berkisar 2 ribu lebih saat dilakukan jemput bola di setiap RT-RT di Malinau Kota. Selebihnya, masih ada sebagian masyarakat Malinau belum melakukan perekaman.
“Karena saat dilakukan pelayanan ke setiap RT terlihat ada yang masuk dalam daftar. Namun yang bersangkutan sedang tidak ada di lokasi. Jadi kami tidak bisa menghapusnya, dikhawatirkan mereka kembali dan memang data itu tdidak bisa dihapus,” jelasnya.
Selain Malinau Kota, lanjut dia, pihaknya juga melaksanakan jemput bola di lima Kecamatan yang saat ini sedang dalam proses. Sebab, Disdukcapil masih fokus pada administrasi kependudukan di dalam kota.
“Masih dalam proses. Karena masih terdapat kendala, jika dilakukan pelayanan jemput bola saat ini masih belum siap. Karena alat yang dimiliki masih minim itu yang menjadi kelemahan,” ungkapnya.
Meski demikian, kata dia, Disdukcapil terus berupaya akan menyelesaikan target yang telah ada di tahun 2018 ini.
“Jika tidak segera diselesaikan. Tentu akan mempengaruhi kinerja kami nanti dan begitu juga dukungan anggaran di 2019 mendatang,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia