Home » Utama » Mabes Polri Target Penyelundupan di Kaltara

Mabes Polri Target Penyelundupan di Kaltara

TARAKAN – Kapal Patroli Kakatua 5012 dari Ditpolair Baharkam Mabes Polri ditugaskan khusus bersama Kasubdit Patroli Air Baharkam Mabes Polri untuk mengungkap terjadinya penyelundupan yang terjadi di Kota Tarakan. Patroli lebih ditingkatkan di wilayah perbatasan Malaysia-Indonesia yang kerap menjadi sasaran penyelundup.
“Patroli yang kita lakukan mobile, singgah di wilayah perairan sesuai dengan surat tugas dari Mabes Polri. Nanti, setelah kita dapat dan laporkan, tapi untuk proses sidik seperti pengungkapan kapal bawa barang ilegal dari Malaysia ini kita serahkan ke Polda Kaltara untuk mengembangkan proses selanjutnya,” ujar Komandan Kapal Patroli Kakatua 5012 Ditpolair Baharkam Mabes Polri, Kompol Jimmy H.B Pakpahan, Sabtu (9/6).
Kapal Patroli Kakatua ini, kata Kompol Jimmy sudah 4 bulan berdinas di wilayah Kaltara. Meski belum mengetahui hingga kapan dinas di wilayah perairan Kaltara, namun ia mengungkapkan surat dinas diperpanjang setiap bulan.
“Ini atensi khusus dari Kapolri untuk mengawasi wilayah perbatasan. Apalagi, wilayah perairan Kaltara ini rawan penyelundupan, Ini intruksi dari Kapolri langsung, terutama narkoba. Pengungkapan barang ilegal asal Malaysia ini juga awalnya sempat kita kira sabu, ternyata setelah kita bongkar, ternyata isinya gula,” bebernya.
Sebelum ini, jajarannya juga sudah mengungkap tiga kapal muatan barang illegal asal Malaysia, KM Andika, KM Nurjanah dan KM Dwi Maju (Wimaju) 1. Masing- masing kapal berbeda muatan, ada yang muat burger, daging dan gula.
“Kita laporkan ke Ditpolair Polda Kaltara untuk dilakukan penyelidikan, karena masuk wilayah Kaltara,” bebernya.
Dari tiga kapal ini, kata dia untuk KM Andika ditangkap di wilayah perbatasan Sebatik, Nunukan pada Kamis (7/6) sekira pukul 21.00 wita, kemudian KM Wimaju dan KM Nurjanah diamankan di perairan Tarakan sekira pukul 04.00 dan 04.30 Wita pada hari Jumat (8/6) pekan lalu. Total kerugian diperkirakan Rp1,5 miliar dengan isi angkutan kapal gula 8 ton dan total semua daging, burger maupun barang lainnya diperkirakan mencapai 100 ton dengan pemilik berbeda.
“Tidak ada upaya perlawanan, cuma mereka ngotot dan tidak mau membeiritahukan isi muatannya. Tetapi, setelah dibongkar ternyata isi gula dan LPG. Mereka ini, modusnya memang mengangkut di malam hari, muatan pertama dibawa menggunakan speedboat dari Malaysia kemudian dilansir ke kapal kayu ini sampai penuh, baru dibawa ke Tarakan,” ungkap Kompol Jimmy.
Tiga orang nakhoda kapal langsung ditetapkan tersangka, KM Andika tersangka atas nama RI, KM Nurjanah tersangka ditetapkan TN dan RU untuk tersangka Wimaju. “Semua barang bukti kita limpahkan ke Bea Cukai, karena ini kasus kepabeanan. Ketiga tersangka ini kita kenakan Pasal Kepabeanan, pasal 9 (a) ayat 1 dan ayat 2 Undang Undang No 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan,” tandasnya.
Selain itu, Ditpolair Polda Kaltim juga berhasil mengungkap satu unit kapal PM TW 4045/6/C dengan nakhoda kapal JW yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Muatan barang berasal dari Malaysia, diantaranya beras, daging, gula dan minyak goreng.
“Kalau dia cinta dengan Indonesia, penyelundup ini tidak mungkin melakukan seperti ini. Saya ingatkan, warga negara Indonesia tidak menyelundupkan barang ke Indonesia, karena itu bisa merusak perekonomian kita,” tegas Kapolres. 



Lazada Indonesia