Home » Utama » Masyarakat Didorong Cintai Pangan Lokal

Masyarakat Didorong Cintai Pangan Lokal

Masyarakat Didorong Cintai Pangan Lokal
DISKUSI : Kepala DPKP Kaltra AM Santiaji saat bersilahturahmi bersama Bupati Malinau Yansen TP, sekaligus membahas kampanye produk pangan lokal.

MALINAU – Upaya mendorong masyarakat di Kalimantan Utara cinta produk pangan lokal yang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara mendapat respon positif Bupati Malinau Yansen TP.
Menurut Yansen, dalam rangka mewujudkan keberhasilan pembangunan, terutama pertanian, tentu memerlukan dukungan dari masyarakat. Karena masyarakat merupakan bagian dari basis pembangunan kedepannya.
“Terutama bagaimana masyarakat bisa diajak untuk membangun pertanian sebagai kekuatan di Kaltara. Apalagi, rata-rata kehidupan masyarakat di Kaltara khususnya Malinau berasal dari petani juga,” kata Yansen, saat bersua di rumah jabatan, Sabtu (9/6) malam.
Untuk mewujudkannya, Yansen menyampaikan ada tiga hal mendasar yang perlu dikemas. Diantaranya meningkatkan ekonomi daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan dan menciptakan lapangan pekerjaan melalui kearifan lokal.
“Jadi ketiga dasar ini harus menjadi acuan dalam pembangunan pertanian terutama produk pangan lokal,” ujar Yansen.
Apa yang telah menjadi program dari DPKP Kaltara, menurut Yansen, tentu tujuannya baik. Apalagi, berkeinginan untuk membangun pertanian di Kalimantan Utara. “Maka dari itu, saya berharap program ini menjadi daya dukung dan bentukannya juga dari produk-produk yang dimiliki masyarakat. Artinya itu mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat dan mendorong masyarakat lebih mencintai hasil pertanian lokal,” bebernya.
Jika pertumbuhan hasil pertanian lokal ditekuni, kata dia, peluang dengan cara mengkonsumsi atau mencintai produk lokal akan tumbuh. Seperti di Malinau saja, diakuinya, sebelum adanya program Rasda. Daerah sangat bergantungan dengan kebijakan dan program dari pemerintah pusat.
Namun, sambung dia, ketika daerah memiliki kebijakan sendiri dengan mendorong segenap instansi pemerintahan daerah maupun pihak swasta serta masyarakat yang mewajibkan mengkonsumsi produk lokal.
“Tentu perederan ekonomi di Malinau berputar. Karena menjual hasil-hasil mereka sendiri,” katanya.
Apalagi, lanjutnya, Pemerintah Daerah juga menyediakan anggaran melalui APBD untuk membeli produk petani seperti padi. “Tentu itu akan dinikmati para petani dan masyarakat lainnya juga,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, AM Santiaji Pananrangi mengatakan kampanye cinta produk pangan lokal salah satu upaya untuk mendorong masyarakat lebih memilih hasil-hasil pertanian yang ada di Kaltara.
“Apalagi memang Kaltara ini banyak potensi-potensi yang dapat dikembangkan. Misalnya di Malinau ini, selain padi juga ada Kopi, pisang dan sebagainya,” katanya.
Jika dikemas sedemikian rupa, menurut dia, Kaltara ke depan bisa menjadi lumbung pangan nasional yang mampu memproduksi hasil-hasil pertanian. “Maka dari itu, kami juga meminta dukungan setiap daerah, agar bagaimana mendorong masyarakatnya dapat mencintai produk pangan lokal,” pungkasnya.  



Lazada Indonesia