Home » Advertorial » Dewan Kritisi Pengelolaan Drainase di Tanjung Selor

Dewan Kritisi Pengelolaan Drainase di Tanjung Selor

Dewan Kritisi Pengelolaan  Drainase di Tanjung Selor
DIKRIKTIK : Salah satu drainase kerap mengalami penyumbatan yang seharusnya di pikirkan oleh Pemkab Bulungan.

TANJUNG SELOR - Anggota Komisi III DPRD Bulungan Albert Baya, meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) Bulungan untuk melakukan normalisasi drainase yang ada di seluruh wilayah kota Tanjung Selor. Menurutnya pengelolaan drainase di ibukota kabupaten ini, masih kurang tertata bagus.
Politisi PDI Perjuangan ini, menginginkan agar mengembalikan fungsi saluran air tersebut. Apalagi terjadinya penyempitan dan berdirinya bangunan di atas saluran, seharusnya tidak menjamur di wilayah perkotaan.
“Salah satu penyebab terjadinya genangan air, bahkan banjir adalah penyempitan saluran air. Banyak juga bangunan yang berdiri diatas drainase. Padahal itu jelas-jelas melanggar aturan. Ini perlu mendapatkan perhatian khusus pemerintah,” tegasnya.
Albert meminta, pemerintah harus tegas dan melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang menyebabkan terjadinya penyempitan drainase, terutama di saat curah hujan di Tanjung Selor mulai meningkat. “Kalau sudah diberikan teguran dan pemilik bangunan tidak menghiraukannya, harus ada tindakan tegas dari pemerintah. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka air hujan yang tergenang dan banjir sangat sulit dihindarkan,” kata Albert.
Dia mengatakan, infrastruktur drainase di ibukota Provinsi tidak memadai. Sehingga menyebabkan air hujan meluap hingga ke jalan umum. Ke depannya dirinya berharap perbaikan drainas dikerjakan dengan baik. Supaya tidak lagi terjadi penyumbatan yang mengakibatkan air meluap ke jalan.
“Menyangkut drainase ini tidak bisa bicara setengah-setengah, karena merupakan satu kesatuan yang prosesnya dari hulu hingga ke hilir. Kalau ada satu saja kejanggalan soal drainase, pasti masalahnya akan rumit dan dampaknya terjadi banjir. Setidaknya harus diminimalisir, kalau tidak maka tak akan terselesaikan,” tandasnya.
Ditambahkan, banjir bisa saja terjadi jika salah satu koneksi drainase tidak baik. Apabila hanya melalui satu saluran, otomatis menyebabkan volume air meningkat, hingga terjadinya banjir.
“Pemerintah melalui instansi terkait harus memiliki master plan drainase yang dibuat oleh para pakar. Kemudian, didukung oleh anggaran yang memadai terutama untuk perbaikan drainase yang penting tidak dilakukan dengan asal-asalan,” tutupnya. 



Lazada Indonesia