Home » Worldsport » Podium Ferrari Setelah 14 Tahun

Podium Ferrari Setelah 14 Tahun

MONTREAL - Sebastian Vettel memulai balapan sepanjang 70 lap di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Kanada Senin (11/6) dinihari kemarin dari pole position. Pebalap Tim Scuderia Ferrari ini sukses memaksimalkan posisi startnya itu untuk langsung melesat sejak awal hingga akhir lomba dan merengkuh gelar juara di ajang Formula One ini. Pebalap Jerman itu mengungguli Valtteri Bottas yang finis kedua dan Max Verstappen yang berada di posisi ketiga.
Ini merupakan kemenangan ketiga Vettel dalam tujuh seri yang sudah digelar. Ia sebelumnya memenangi balapan di Australia dan Bahrain. Berkat kemenangannya di Kanada, Vettel mengambil alih puncak klasemen pebalap dari tangan Lewis Hamilton. Dengan koleksi 121 poin, ia unggul satu poin atas Hamilton.
Vettel menyebut penampilannya di F1 GP Kanada 2018 begitu sempurna. Betapa tidak, tampil mendominasi di sesi kualifikasi, kini performa tersebut mampu dipertahankan pada saat balapan. Start terdepan, pembalap berpaspor Jerman itu tetap konsisten dan tidak goyah sekalipun untuk menjadi yang nomor satu. Kebanggaan Vettel semakin bertambah kala Ferrari akhir­nya mampu merayakan kemenangannya kembali di Kanada setelah 14 tahun absen meraih podium pertama.
“Sempurna, mungkin cara yang baik untuk menggambarkannya. Itu tidak bisa dipercaya. Saya mengatakan kemarin betapa tempat ini berarti bagi Ferrari dan untuk memiliki balapan seperti yang kami miliki saat ini adalah luar biasa,” ungkap Vettel, mengutip dari Planet F1 usai lomba.
“Saya bangga dan merasa terhormat. Ini hari untuk mengingat Gilles Villeneuve yang hebat,” tambah juara dunia F1 empat kali itu.
Sementara pebalap Mercedes Lewis Hamilton mengaku lega akhirnya bisa mengakhiri balapan di Grand Prix Kanada meski tak naik podium. Sepanjang balapan, Hamilton sempat khawatir dengan kondisi mesinnya yang tak prima. Hamilton merasa ada yang aneh dengan performa mesin mobil W09 miliknya. Sejak putaran ke-8, Hamilton merasa mobilnya kehilangan tenaga.
Ada indikasi overheat dalam mesin mobilnya. Hamilton pun gagal bersaing di posisi tiga besar karena harus masuk pit lebih awal. Dan benar saja, pada akhir balapan, Hamilton cuma finis pada peringkat kelima karena harus ada proses penggantian mesin pendingin selama berada di pit.
“Saya bersyukur bisa mengakhiri ba­lapan. Cuma dengan ini, saya sudah bisa bahagia,” ujar Hamilton dilansir Crash. “Dari awal balapan, saya merasa tenaga mobil hilang dan mesinnya terlalu panas. Saya tak bisa mengatasinya,” lanjutnya.
Sistem pendingin di W09 ternyata memang bermasalah sejak awal GP Kanada. Masalah ini didapat sejak W09 ditanamkan racikan dengan spesifikasi baru.
Tentu, perlu ada penyesuaian lebih dalam demi mengatasi masalah teknis seperti ini. Dampak yang muncul dari peristiwa ini adalah Hamilton terdepak dari posisi puncak oleh Sebastian Vettel, pembalap Ferrari yang sukses memenangi GP Kanada. “Rasanya sedikit lega karena bisa selesaikan balapan. ‘Jeez’ begitu kata saya, karena sebenarnya bisa saja kehilangan lebih banyak poin,” kata Hamilton. 



Lazada Indonesia