Home » Planet Football » Guendogan Kecewa Fans Jerman

Guendogan Kecewa Fans Jerman

Guendogan Kecewa Fans Jerman
dailymail ADA DARAH TURKI: Buntut pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) berdampak besar pada kiprah Ilkay Guendogan (kanan) bersama timnas Jerman.

BERLIN - Ilkay Guendogan merasa sedih dan terpukul usai dicemooh para fan timnas Jerman, pada laga uji coba Tim Panser melawan Arab Saudi, di Stadion BayArena Sabtu (9/6) akhir pekan lalu.
Guendogan menjadi sasaran ejekan para pendukung timnas Jerman sebagai bentuk kecaman pertemuannya dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, beberapa waktu lalu. Publik Jerman semakin geram setelah pemain berdarah Turki itu menyebut Erdogan sebagai presidennya. Padahal, ia seharusnya menaruh komitmen sebagai warga negara Jerman. Perkataan Guendogan itu pun menyakiti perasaan masyarakat Jerman.
Pada laga yang berakhir untuk kemenangan Jerman 2-1 itu, Guendogan tampil dari bangku cadangan menggantikan Marco Reus pada menit ke-57. Laga itu pun terasa seperti neraka bagi Guendogan karena setiap kali ia mendapat bola, disoraki dan dicemooh sejumlah fans Jerman.
Sempat memilih bungkam, Guendogan pun akhirnya buka suara merespons cemoohan para pendukung timnas Jerman jelang Piala Dunia 2018. “Sejumlah reaksi benar-benar menyentuh saya, termasuk serangan secara pribadi. Dalam beberapa tahun lalu, kami telah berbuat banyak untuk mempromosikan integrasi [dengan para imigran] di Jerman,” katanya.
“Kami tidak hanya memiliki garis keturunan Turki yang berasal dari orang tua kami dan keluarga. Kami lahir dan dibesarkan di Gelsenkirchen. Itu merupakan kota dengan jumlah penduduk imigran yang sangat besar,” ujar Guendogan dikutip dari Sport Bible.
Pemain 27 tahun tersebut memang tidak menyangka dampak pertemuan dirinya dengan Erdogan yang kemudian dipamerkan dalam akun Twitter Presiden Turki itu berbuntut tak mengenakkan
“Untuk itulah saya benar-benar sangat terpukul mendengar bahwa kami [Guendogan dan Mesut Oezil] dianggap tidak mau bersatu dan tak mau hidup dengan nilai-nilai Jerman.” Tentu saja itu masalah besar. Kami terbiasa disoraki dan disiuli para pendukung lawan. Namun ketika kami disoraki para pendukung sendiri, amat sulit menerimanya,” ucap Guendogan. 



Lazada Indonesia