Home » Utama » Gangguan Kesehatan Tidak Di Tanggung BPJS Kesehatan

Gangguan Kesehatan Tidak Di Tanggung BPJS Kesehatan

Gangguan Kesehatan  Tidak Di Tanggung BPJS Kesehatan
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tarakan, Wahyu Putra Pujianto (TENGAH) saat memberikan keterangan pers bersama Kepala Dinas Kesehatan Tarakan Subono

TARAKAN – Merayakan hari raya Idul Fitri biasanya identik dengan barbagai jenis makanan dan minuman, usai menjalankan puasa terkadang kita sulit mengontrol pola makan sehingga harus tetap waspada. Jangan sampai segalanya kita konsumsi hingga mengakibatkan gangguan kesehatan, perlu hati-hati karena ada keluhan kesehatan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Bagi pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, jangan berpikir segala keluhan kesehatan dapat ditanggung oleh asuransi. Karena ada beberapa hal yang patut di perhatikan, diantaranya alkohol, racun, dan upaya bunuh diri.
“Beberapa hal ini tidak bisa dilayani oleh BPJS Kesehatan, misalnya minum-minuman berakohol hingga mengakibatkan mabuk berat. Saat dibawa ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), akan mendapatkan pertolongan, tetapi biaya tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” tegas Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tarakan, Wahyu Putra Pujianto, Senin (11/6).
Selain itu, keracunan yang disengaja karena ingin mengakhiri hidup dan aktivitas lainya yang mengarah ke percobaan bunuh diri tidak akan mendapatkan jaminan BPJS Kesehatan. Tetapi jika, keracunan makanan kadaluarsa yang tidak sengaja atau tidak mengetahui tanggal batas waktu penyimpanan. Masih mendapatkan jaminan.
“Makan yang berlebihan, santan, kolesterol, dan gangguan pencernaan saat lebaran karena sulit mengontrol pola makam masih masuk dalam ranah jaminan BPJS Kesehatan. Bahkan gula darah naik, karena mengonsumsi makanan tertentu saat Lebaran, juga masih menjadi tanggungan kami,” paparnya.
Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, Subono yang mengingatkan masyarakat tetap menjaga kesehatan saat Lebaran dengan menjaga pola makan yang sehat, “Kita sudah sebulan berpuasa, hari pertama lebaran biasanya lupa. Semua makanan enak sekali untuk disantap, tetapi harus dikira-kira saja, kita bisa mengukur diri sendiri jangan sampai makan berlebihan,” ungkapnya.
Biasanya jamuan yang disajikan saat Hari Raya Idul Fitri cenderung berkalori tinggi, bersantan, dan manis. Terlebih lagi setiap bersilaturahmi ke sanak saudara atau tetangga menjadikan menu yang hampir sama, sama –sama berkalori tinggi.
“Makan sedikit-sedikit, tapi bisa mencoba berulang kali, itu barang kali lebih bagus dibandingkan sekaligus mau lagi mau lagi. Selain itu, supaya kita selalu mengecek kondisi kesehatan untuk mendeteksi dini apabila terjadi gangguan pada tubuh,” beber Subono.
Bagi masyarakat yang mudik ke Kampung halaman, Sobono juga berpesan agar benar-benar menjaga kesehatan selama di perjalanan. Lebih memperbanyak istirahat. Dan jangan mengkonsumsi makanan secara sembarangan, karena system pencernaan kita butuh penyesuaian usai melakukan puasa sebulan penuh.
“Mencegah lebih baik daripada mengobati, jadi jangan sampai membuat kita mengalami gangguan kesehatan gara-gara tidak bisa mengontrol pola makan.” Ucapnya. 



Lazada Indonesia