Home » Utama » Masih Buntu, Bupati Minta Partisipasi Masyarakat

Masih Buntu, Bupati Minta Partisipasi Masyarakat

Masih Buntu, Bupati Minta  Partisipasi Masyarakat
TANPA JALAN - Masih belum ada akases jalan penghubung, pemanfaatan jembatan Meranti tak maksimal. Foto : Nurjannah/Koran Kaltara

TANJUNG SELOR - Keberadaan jembatan di Jalan Meranti, yang menghubungan Tanjung Selor menuju Dusun Bulu Perindu, hingga Gunung Seriang dan Tanjung Palas, hingga saat ini belum berfungsi maksimal. Meski pembangunan jembatan sudah tuntas, jalan penghubung di salah satu sisi jembatan belum juga dibangun.
Belum tuntasnya pembebasan lahan milik warga yang ada di sepanjang jalan yang akan dibangun, lagi-lagi menjadi penghambat. Selain itu, rencana pembangunan jalan itu juga masih perlu menunggu revisi Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Bulungan.
Terkait dengan kendala itu, Bupati Bulungan H Sudjati kembali menghimbau kepada masyarakat yang lahannya terdampak dapat menyetujui pembebasan. Karena akses jalan tersebut sangat penting bisa terhubung.
“Kami mohon ketersedian yang punya lahan menuju Buluh Perindu, karena sudah ada jembatan. Sama saja itu namanya jembatan putus, mungkin kalau untuk trabas bisa saja. Tapi kan ini untuk jalan umum,” ujarnya.
Dikatakan bupati, setidaknya ada jalan sepanjang 3 kilometer yang perlu dibangun, Agar jembatan tersebut bisa dimaksimalkan. Menurutnya hal ini perlu dukungan besar masyarakat setempat untuk mewujudkannya.
“Itu untuk kepentingan bersama, dan agar pembangunan kita di daerah bisa berjalan lancar. Terlebih akses jalan dan jembatan itu juga nantinya sangat membantu masyarakat, maupun anak sekolah,” kata Sudjati.
Meski sempat mandeg, bahkan terkesan proyek tak pasti sebab jembatan ada namun tak didukung keberadaan fisik jalan. Namun ditegaskan bukan berarti pihaknya diam. Sebab beberapa upaya juga dilakukan untuk kelancaran pembangunan.
“Tetapi memang kendala teknis yang masih perlu dituntaskan terlebih dahulu, sebelum kita lanjutkan pembangunan fisiknya. Mudahan saja nantinya bisa segera tuntas,” tegasnya.
Untuk diketahui jembatan Meranti itu melalui dua tahap, merlalui sistem multiyears sejak 2013 kemudian disambung di 2015 melalui proyek parsial dan tuntas dibangun. Pada 2016 kembali ada alokasi anggaran untuk pembangunan oprit, sekaligus jalan turun jembatan dengan anggaran sekitar Rp10 miliar. Anggaran untuk pembangunan jembatan itu sekitar Rp20 miliar. 



Lazada Indonesia