Home » Politik » Politikus Gerindra: Capres Alternatif Boleh, Asal Rasional

Politikus Gerindra: Capres Alternatif Boleh, Asal Rasional

JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria enggan mempersoalkan wacana sejumlah pihak memunculkan sejumlah nama sebagai salah satu calon presiden alternatif di Pemilu Presiden 2019. Namun, ia mengingatkan untuk mencalonkan seseorang harus tetap mengedepankan rasionalitas.
Rasionalitas yang dimaksud, yakni mempertimbangkan elektabilitas dan terpenuhinya syarat pencapresan yang berlaku pada Pemilu 2019. Ambang batas pencapresan atau presidential threshold pada pemilu tahun depan, yakni sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional.
“Kita harus rasional partainya, mana cukup nggak presentasinya. Selain itu, gimana popularitasnya. Selain itu, bagaimana elektabilitasnya,” ujar wakil ketua Komisi III DPR tersebut saat dihubungi, Senin (11/6).
Karena itu, dia menilai, kemunculan nama-nama lain sebagai capres alternatif seperti Anies atau Gatot Nurmantyo hanyalah dinamika politik.
“Kalau ada sekelompok masyarakat mendukung, Anies, Gatot atau siapapun itu dinamika di masyarakat sangat dimungkinkan dan itu biasa dalam demokrasi, boleh saja, mau nyalonin siapa saja boleh,” ujar Riza.
Kendati demikian, Riza memastikan, Partai Gerindra konsisten dengan sikap untuk mencalonkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden. “Kalau Gerindra, pilihannya hanya satu Pak Prabowo sebagai capres. Nggak ada pilihan lain, pertama kami rasional,” ujar Riza.
Riza menerangkan, Gerindra rasional bahwa sampai sekarang ini, hanya Prabowo yang berpeluang mengalahkan Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019. Hal tersebut berdasarkan survei-survei yang dilakukan sejumlah lembaga.
Riza pun mengatakan, survei serupa juga menunjukkan hanya Prabowo dan Jokowi yang memenuhi syarat elektabilitas. Riza optimistis elektabilitas Prabowo akan mampu menyalip elektabilitas Jokowi.
“Kami punya keyakinan akan dapat mengalahkan Pak Jokowi dan akan membawa indonesia ke depan lebih baik. Kalau posisi di bawah itu wajar karena Pak Jokowi kan incumbent. Dia kerja dengan program pemerintah, anggaran pemerintah fasilitas pemerintah. Kalau Pak Prabowo kan dengan partai saja,” kata Riza.
Dia menambahkan Prabowo juga memenuhi persyaratan ambang pencapresan. Sepertihalnya PDIP yang mengusung Jokowi, Gerindra hanya membutuhkan koalisi dengan satu partai.
“Akhirnya kan ada ketentuan yang harus dipenuhi, ditaati yakni UU. Syaratnya 20 persen ya sudah siapa yang memenuhi 20 persen itulah yang bisa jadi calon. Sementara ini kan baru dua pasang yang paling mungkin maju,” ujar Riza.



Lazada Indonesia