Home » Worldsport » Ancaman Beruang Merah

Ancaman Beruang Merah

Ancaman Beruang Merah

MOSKOW – Gong Piala Dunia 2018 ditabuh Kamis (14/6) malam besok di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia. Dalam setiap turnamen, laga perdana selalu menjadi yang menegangkan bagi kedua tim terutama bagi Rusia yang berstatus tuan rumah. Publik Rusia tentu menginginkan tim kesa­yangannya itu mengunci kemenangan di laga perdana.
Di sisi lain, Arab Saudi bisa tampil tanpa beban. Sejak undian fase grup di lakukan beberapa waktu yang lalu, tim yang mewakili Asia ini memang sama sekali tak diunggulkan. Status itu bisa membuat mereka tampil lepas.
Tak bermaksud mengecilkan peluang Beruang Merah, kolumnis olahraga Gazeta.ru Alexander Sedov menyatakan kalau di laga ini hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan Rusia dari fase grup. Wajar kalau Sedov menyatakan hal ini karena Rusia tanpa kemenangan dalam tujuh pertandingan uji coba internasional terakhir termasuk empat laga tahun ini. “Tujuh pertandingan [terakhir] tanpa kemenangan (catatan terburuk dalam sejarah Timnas Rusia modern di bawah pelatih yang sama) dan nol kemenangan pada tahun 2018,” kata Sedov.
Berdasarkan data Soccerway, dari tujuh laga itu, Rusia hanya meraih hasil imbang saat melawan Iran, Spanyol, dan Turki, serta kalah atas Argentina, Brasil, Perancis, dan Austria. Bahkan, tiga kekalahan terakhir diderita secara beruntun. Rusia mencicipi kemenangan terakhir pada laga persahabatan melawan Korea Selatan 7 Oktober 2017 silam di VEB Arena, Moskow dengan skor 4-2, kendati dihiasi dua gol bunuh diri pemain Korea Selatan, Kim Joo-Young.
Arsitek Rusia Stanislav Cherchesov pun tertantang untuk membuktikan pernyataan Sedov. “Kami tahu tekanan yang akan kami hadapi, tapi kami tak khawatir. Justru itu menjadi kesempatan kami untuk membuktikan kemampuan dan meraih kemenangan di laga perdana nanti,” papar Cherchesov.
Rekor Cherchesov semenjak ditunjuk sebagai pelatih kepala Rusia pada Agustus 2016 sedianya cukup memprihatinkan. Ia hanya mampu mengemas lima kemenangan, enam hasil imbang, dan 10 kekalahan. Selain itu, Rusia adalah tim dengan peringkat FIFA paling rendah (70) di gelaran Piala Dunia 2018.
Bila berkaca pada peringkat FIFA, kedua tim bisa disebut sama kuat. Sebab, tim wakil Asia ini ada di posisi ke-67 atau unggul tiga strip atas Rusia. Arab Saudi lebih baik memiliki catatan lebih baik, meraih dua kemenangan dan tiga kali kekalahan dalam lima laga terakhir. Tim asuhan Pizzi itu juga hanya kalah 1-2 dari Jerman di laga terakhir mereka sebelum Piala Dunia 2018.
Pelatih Arab Saudi Juan Antonio Pizzi telah bereksperimen secara keseluruhan dengan starting eleven dalam pertandingan persahabatan. “Kami sangat siap menghadapi Rusia. Kami ingin mencapai kesuksesan bersejarah di kompetisi ini,” tegas Pizzi.
Satu-satunya pertemuan sejauh ini antara kedua belah pihak datang kembali pada 1993. Arab Saudi mengalahkan Rusia dengan selisih 4-2. Rekor Rusia di Stadion Luzhniki adalah 19 kemenangan, 7 seri dan 5 kekalahan dari 31 pertandingan. Mereka dihajar 3-0 oleh Brasil di pertandingan terakhir di sini. 



Lazada Indonesia