Home » Utama » Harga Ayam Potong Stabil Jelang Lebaran

Harga Ayam Potong Stabil Jelang Lebaran

TANA TIDUNG- Kenaikan harga daging ayam dan sapi didaerah lain, ternyata di pasaran Kabupaten Tana Tidung (KTT) khususnya di Kecamatan Sesayap sama sekali tak mengalami perubahan. Harga ayam potong per Kilogram (Kg) masih bertengger dengan harga Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu.
Menurut Farida, salah satu pedagang ayam di Pasar Induk Imbayud Taka, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap ini mengatakan bahwa menjelang sepekan lebaran Idulfitri ini lagi harga ayam potong dipasaran tidak mengalami perubahan dan pedagang tetap menjual dengan harga biasanya.
Sebab untuk pasokan ayam potong sendiri KTT tidak lagi mengambil pasokan dari luar daerah karena telah ditangani oleh peternak lokal. “Kami banyak memasok dari pemasok lokal seperti yang ada di Kilometer (Km) 4, Km 6 sampai Km 8 di Desa Tideng Pale sudah banyak yang menjual ayam potong makanya kami pedagang tidak perlu lagi berharap dan mengambil pasokan dari luar daerah karena kalau sampai ambilnya diluar daerah apalagi di Tarakan, sudah pasti harganya bisa naik terus disesuaikan dengan biaya yang kami keluarkan setiap akan memasok ayam tersebut,” ungkapnya.
Dengan banyaknya pasokan dari peternak lokal membuat pedagang terbantu karena dapat menjual daging ayam yang lebih segar dan enak dinikmati oleh pembeli, karena jarang sekali melalui proses pembekuan (freezer) sebab seringkali pembeli melihat sendiri proses pedagang mengambil langsung dari kandang yang disiapkan tak jauh dari lapak mereka.
“Kami mengambil pasokan terkadang ada yang masih hidup dan kami simpan sementara di kandang yang tidak jauh dari tempat jualan jadi begitu ada pembeli yang membeli dalam jumlah banyak atau ada yang berharap membeli ayam hidup langsung kami ambil dari kandang secara langsung, jadi sering tanpa proses pembekuan di pendingin makanya daging ayam yang dikonsumsi masyarakat jauh lebih segar daripada harus memasok dari luar daerah,” ujarnya.
Dengan tidak adanya perubahan harga membuat pedagang senang berjualan karena tidak ada keluhan masyarakat yang ingin bersiap memasak untuk lebaran karena mereka tidak perlu mengeluarkan uang ekstra membeli daging ayam potong, stabilnya harga daging ayam ini Farida mengatakan omset penjualannya meningkat terhitung sejak H-4 jelang lebaran idul fitri ini sekitar 40 persen dari hari biasanya.
“Walaupun banyak pesanan ayam datang tapi pasokan ayam dari peternak lokal cukup banyak jadi tidak masalah tetap bisa menjual untuk kebutuhan lebaran masyarakat, untuk kebutuhan lebaran kami mengambil pasokan sekitar 150 Kg setiap harinya, ini meningkat dari hari biasanya,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia