Home » Utama » Pemudik Banyak Pilih Jalur Darat

Pemudik Banyak Pilih Jalur Darat

TANA TIDUNG- Selain jalur sungai yang menjadi jalur mudik lebaran, jalur darat menjadi alternatif yang digunakan masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lebaran. Jalur darat dianggap sebagai jalur yang teraman jika dibandingkan dengan jalur sungai lantaran belum lama ini di jalur sungai terjadi kecelakaan (laka) yang menewaskan beberapa orang penumpang makanya timbul kekhawatiran sebagian masyarakat menggunakan jalur sungai untuk mudik lebaran.
Dengan banyaknya masyarakat mudik menggunakan jalur darat menjadi rejeki tersendiri bagi pemilik layanan jasa antar jemput menggunakan kendaraan roda empat yang alami peningkatan penumpang jika dibandingkan dengan jumlah penumpang pada tahun-tahun sebelumnya khususnya tahun lalu, sekarang ini terhitung mulai H-7 lebaran Idulfitri sudah banyak masyarakat yang minta diantarkan pulang ke kampung halaman yang ada di Malinau, Bulungan dan sekitarnya yang dapat dilalui perjalanan darat ini.
“Bukan hanya sekitar daerah di Kaltara seperti Malinau dan Bulungan saja tapi juga ada yang minta diantarkan sampai ke Samarinda (Kaltim), tahun ini benar-benar tahun keberuntungan sebab banyak yang carteran minta diantarkan ke tempat tujuan yang bisa dilalui melalui jalan darat sejak sepekan sebelum lebaran,” ujar Nurhadi, salah satu pemilik rental mobil dan carteran yang ada di Kecamatan Sesayaap ini pada Selasa (12/6) kemarin.
Kata dia, dengan semakin banyaknya timbul kekhawatiran masyarakat menggunakan jalur sungai membuat jumlah penumpangnya semakin banyak dimana dalam sehari ia bisa mengantar dua kali atau melakukan perjalanan dari KTT ke Malinau, sedangkan untuk perjalanan dari KTT ke Bulungan ia harus mengantarkan penumpang pada subuh dini hari sehingga ia dapat melakukan perjalanan Pulang Pergi (PP).
“Kalau bermalam (menginap) takutnya ada lagi yang mau mencarter makanya harus tetap stand by di tempat mumpung carteran semakin ramai, kemarin saya baru pulang mengantar penumpang ke Malinau kebetulan perjalanan dari KTT ke Malinau kurang lebih sekitar 2 jam saja jadi bisa PP, tidak tahu hari ini masih menunggu apakah ada yang minta ke Malinau, Bulungan atau malahan ke Balikpapan, Samarinda lihat saja nanti,” urainya.
Untuk pengantaran ke sejumlah daerah di Kaltara Nurhadi menerapkan harga yang beragam disesuaikan dengan jarak tempuh, untuk kebutuhan masyarakat berlebaran ia mengaku terkadang memberikan diskon (potongan harga) kepada penumpang yang jumlahnya banyak disetiap perjalanan, ia menilai banyaknya penumpang ditahun ini pasalnya perjalanan melalui jalur darat dianggap lebih aman karena sopir yang mengantar diatur oleh penumpang supaya tidak kebut-kebutan dalam perjalanan.
“Banyak penumpang yang selalu pesan setiap akan jalan untuk lebih berhati-hati dan bawa kendaraannya santai saja, tentu saja saya turuti karena keselamatan, keamanan, kenyamanan penumpang yang diutamakan karena kalau penumpang tidak puas khawatir untuk perjalanan berikutnya sudah pasti jera dan tidak mau lagi menggunakan jasa kami, ini yang benar-benar kami jaga,” tukasnya. 



Lazada Indonesia