Home » Utama » Waspadai Pendatang Baru

Waspadai Pendatang Baru

MALINAU – Untuk mengatasi paham radikalisme yang saat ini tengah terjadi di Indonesia, terutama di Kabupaten Malinau, Wakil Ketua DPRD Kaltara Abdul Djalil Fatah meminta kepada masyarakat Malinau untuk tetap mewaspadai pendatang baru.
“Ya, memang harus diwaspadai itu para pendatang. Dikhawatirkan membawa isu-isu yang tidak bertanggungjawab seperti radikalisme dan terorisme. Apalagi bisa memecah bela kan anak bangsa, harus disikapi lebih serius lagi,” ungkap Djalil kepada Koran Kaltara, saat ditemui usai safari Ramadan bersama Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, pada pekan lalu.
Untuk mengantisipasinya, Djalil meminta setiap RT maupun warga setempat untuk bisa mengecek para pendatang dan jalin silahturahmi.
“Jika memang mencurigakan segera laporkan ke pihak keamanan. Setidak bisa melakukan pencegahan lebih dini,” ungkapnya.
Selain itu, dia menyarankan agar kepada orangtua untuk bisa mengawasi anak-anaknya dari ajaran-ajaran yang dimungkinkan menyimpang dari syariat islam.
“Di sini yang diutamakan juga peran dari orangtua yang bisa menjaga anak-anaknya. Kalau mencurigakan, lebih baik dihentikan daripada anak-anak atau generasi muda kita menjadi korban berikutnya,” jelasnya.
Meski begitu, sambungnya, peran pengamanan Polri dan TNI sangat dibutuhkan untuk membendung dan mencegah agar ajaran radikalisme tidak masuk.
“Kita ketahui, aparat kemanan terus bekerja demi mencegah hal itu. Jadi apabila saling sinergi, saya yakin radikalisme tidak akan masuk,” harapnya.
Disinggung soal safari Ramadan, Djalil mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk bersilahturahmi dalam rangka memperat silahturahmi sesama umat islam.
“Selain itu bagaimana peran dari pejabat daerah juga bisa mengunjungi dan menyerap aspirasi dari mereka. Misalnya hasil pembangunan dan sebagainya,” ungkapnya.
Disamping itu, kata dia, bagaimana para pejabat dapat memberikan contoh, sehingga kedepan bisa meniru bersilahturami dengan baik. “Setidaknya adanya keharmonisan dan keamanan yang terjaga. Meski berbeda agama, tapi tetap satu tujuan menjaga keutuhan NKRI serta membangun dan memajukan Kaltara,” jelasnya.
Ia berharap generasi muda di Kaltara, terutama di Malinau bisa menjaga silaturahmi dan saling menghormati satu sama lainnya.
“Misalnya dalam Ramadan ini, ketika umat muslim sedang menjalankan ibadahnya. Pemuda Kristen yang turut menjaga. Begitu juga sebaliknya, ketika mereka sedang beribadah generasi muslim yang menjaga. Paling tidak memupuk tali persaudaraan dan memiliki nilai pancasila,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia