Home » Utama » Pembentukan BNNK Masih Tunggu SK

Pembentukan BNNK Masih Tunggu SK

Pembentukan BNNK  Masih Tunggu SK
Topan Amrullah

MALINAU – Hingga saat ini, pembentukan BNNK Malinau terus diupayakan Pemerintah Daerah. Wakil Bupati Malinau Topan menegaskan, saat ini masih menunggu surat persetujuan dari Kemenpan RB.
“Masih menunggu dari Kemenpan RB terkait pembentukan dari BNK menjadi BNNK,” kata Topan kepada Koran Kaltara, Selasa (11/6).
Sejauh ini, kata dia, Pemerintah Daerah sudah menyediakan lahan dan telah dihibahkan untuk dijadikan kantor BNNK ke depannya.
“Selain hibah lahan, kita juga telah sediakan sekretariat sementara dan mengalokasikan dana Rp 400 juta untuk operasional,” ungkapnya.
Dengan kesiapan itu, kata dia, penilaian pembentukan BNK menjadi BNNK di Malinau juga telah naik. “Grade kita naik 90 persen. Tinggal menunggu SK dari Menpan RB lagi,” katanya.
Sedangkan untuk ketersediaan pesonil, diakuinya, telah menyediakan pegawai dari Pemerintah Daeah. Hal itu, agar bisa memberikan dukungan kepada BNNK di Malinau nanti yang akan beroperasi.
“Diperkirakan 5 sampai 10 pegawai nanti yang memback-up di BNNK Malinau,” sebutnya.
Selain pegawai, kata Topan, pihaknya akan meminta pihak kepolisian untuk dapat menempatkan personilnya ke BNNK nantinya. “Kita juga akan meminta kepolisian untuk membac-up. Saya juga sudah komunikasikan kepada Kapolres Malinau agar nanti bisa mengusulkan dan menyeleksi personilnya. Dan kemudian akan diusulkan ke Polda Kaltara,” katanya.
Terbentuknya BNNK, sambung dia, sangat penting karena selama ini masih sebatas BNK dan kewenangannya pun masih terbatas. “Kalau masih BNK kan terbatas hanya pencegahan saja dan tidak ada penindakan kecuali pihak kepolisian saja,” ungkapnya.
Sebab itu, lanjutnya, dengan adanya BNNK nanti maka tugas dan kewenangannya pun akan meningkat. “Paling tidak mereka bisa melakukan penindakan seperti menangkap dan lain sebagainya,” harapnya.
Disamping itu, kata dia lagi, keberadaan BNNK agar menekan peredaran narkoba di Malinau. “Setidaknya bisa meminimalisir peredaran narkoba,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia