Home » Advertorial » DPRD Minta Kejelasan Penetapan Status Ruas Jalan

DPRD Minta Kejelasan Penetapan Status Ruas Jalan

TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Kalimantan Utara (Kaltara) meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui instansi terkait, untuk segera menyelesaikan penetapan status ruas jalan yang telah diserahkan Pemkab Bulungan. Harapannya, jangan sampai ketidakjelasan status ruas jalan tersebut, justru menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
Salah satu anggota DPRD Kaltara, Kosmas Kajan mengungkapkan, berdasarkan informasi yang ia kumpulkan di lapangan, dari 23 ruas jalan yang diserahkan Pemkab Bulungan kepada Pemprov Kaltara, terdapat 11 ruas jalan yang rencananya akan dikembalikan.
“Setahu saya pada saat menjabat Sekretaris Komisi III DPRD Kaltara bidang Infrastruktur dan Pembangunan, tidak pernah disampaikan adanya penyerahan aset tersebut ke dewan,” katanya.
Terkait tidak adanya kejelasan penyerahan aset tersebut, ia menyarankan agar pihak Komisi III DPRD Kaltara membentuk Panitia Khusus (Pansus). Sehingga, lanjut dia, kewenangan ruas jalan tersebut menjadi jelas.
“Jika benar itu ada 23 ruas jalan, maka perlu dilihat apakah itu merupakan infrastruktur yang sangat vital, mendesak atau prioritas bagi masyarakat Kaltara khususnya di Bulungan. Maka disarankan pemprov dapat menyetujui dan menerima untuk mengelolanya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Kaltara itu.
Lebih jauh dijelaskannya bahwa, terkait 11 ruas jalan yang akan diserahkan kepada pihak Pemkab Bulungan itu perlu dikoordinasikan kembali kepada semua pihak. Tujuan dan manfaat dengan pengembalian status tersebut harus benar-benar jelas. Terutama untuk tata kelolanya yang harus berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat.
“Bila 11 ruas jalan itu sudah dibangun dan ditingkatkan, sebaiknya pemkab tak perlu menolak pengembalian aset jalan tersebut, dan itu merupakan bentuk kerjasama yang baik. Sebaliknya, jika hanya dikembalikan tanpa ada progress, tentu sangat membebani Pemkab Bulungan,” jelasnya. 



Lazada Indonesia