Home » Headline » Kenaikan Permintaan Domestik Perbaiki Kondisi Perdagangan

Kenaikan Permintaan Domestik Perbaiki Kondisi Perdagangan

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kalimantan Utara (Kaltara), Hasriyani menjelaskan, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, diperkirakan mengalami peningkatan pada triwulan II 2018, karena didorong oleh kenaikan permintaan domestik.
Berdasarkan informasi yang ia terima, adanya momen bulan ramadhan dan hari raya lebaran akan berdampak terhadap kenaikan konsumsi masyarakat. Selain itu, keadaan ini juga turut didukung oleh pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13. Penyelenggaraan Pilkada Kota Tarakan yang akan berlangsung di Juni 2017, menurutnya juga berpotensi meningkatkan aktivitas di sektor perdagangan sepanjang triwulan II 2018.
“Adapun berdasarkan hasil liaison yang dilakukan Bank Indonesia Provinsi Kaltara terhadap perusahaan penjualan kendaraan bermotor, diperkirakan penjualan khusus sektor ini, masih tetap tumbuh cepat di triwulan II 2018,” terang Hasriyani.
Mengulas kondisi perdagangan pada triwulan sebelumnya, ia menjelaskan memang usaha perdagangan besar dan eceran Kaltara, tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran triwulan I 2018 yang tercatat sebesar 8,2 persen ini, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 9,3 persen.
“Semoga saja kondisi perdagangan di triwulan II ini alami pertumbuhan lebih baik lagi,” ujarnya.
Adapun berdasarkan analisa Koran Kaltara terhadap hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dikeluarkan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, tercatat memang adanya perlambatan di triwulan I tahun 2018. Dari angka Saldo Bersih Tertimbang (SBT) triwulan I 2018, menunjukkan adanya penurunan sebesar 1,6 persen dibandingkan triwulan sebelumnya dengan pertumbuhan 6 persen.
Melambatnya kinerja lapangan usaha utama di Kaltara seperti pertanian dan pertambangan, turut berdampak terhadap penghasilan masyarakat. Sehingga masyarakat cenderung menahan konsumsi. Selain itu, normalisasi permintaan pasca libur akhir tahun dan hari besar keagamaan nasional, juga turut berpengaruh terhadap melambatnya kinerja lapangan usaha perdagangan pada triwulan I 2018.
Melambatnya kinerja lapangan usaha perdagangan, juga tercermin dari penyaluran pembiayaan yang melambat. Pertumbuhan kredit lapangan usaha perdagangan besar dan eceran sebesar 6,8 persen, menunjukkan adanya perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 9,1 persen. . Meski pertumbuhan kredit melambat, namun performa kredit perdagangan masih dalam kategori cukup baik. Ini tercermin dari NPL yang menurun dari 0,7% pada triwulan sebelumnya menjadi 0,9% di triwulan I 2018. Adapun akumulasi nilai penyaluran kredit kepada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran pada triwulan I, tercatat sebesar Rp1,77 triliun.



Lazada Indonesia