Home » Worldsport » Matador Enggan Seperti Jerman

Matador Enggan Seperti Jerman

Matador  Enggan Seperti Jerman
reuters SAATNYA MENANG: Mengandalkan Diego Costa di barisan depan, Spanyol diprediksi bisa meraih kemenangan atas Iran pada partai kedua Grup B.

KAZAN – Setelah hanya hampir meraih kemenangan di pertandingan pertama Grup B, Spanyol sepertinya tinggal menunggu waktu untuk me­raih poin sempurna saat melakoni laga kedua dalam perhelatan Piala Dunia 2018 ini di di Kazan Arena, Kazan, Kamis (21/6) dinihari nanti.
Namun sudah pasti bukan hal mudah mengingat lawan yang dihadapi adalah Iran, pemuncak klasemen sementara yang mampu meraih kemenangan atas Maroko 1-0 di pertanding­an sebelumnya. Itu artinya, La Furia Roja wajib waspada mengingat Team Meli, julukan Iran, hanya memerlukan satu kemenangan lagi untuk lolos ke fase kedua.
Spanyol hanya bermain imbang 3-3 melawan Portugal dalam debut Fernando Hierro sebagai manajer tim setelah sehari sebelum pertandingan Julen Lopetegui didepak imbas kontrak diam-diam dengan klub Real Madrid.
Di atas kertas Tim Matador tentu dapat memenangi laga itu. Namun, kekalahan Jerman 0-1 dari Meksiko menjadi peringatan bagi Sergio Ramos dan kawan-kawan. “Apa yang terjadi dengan Jerman dapat terjadi pada siapa pun,” kata Hierro. “32 tim di sini sangat bagus dan pertanding­an pertama selalu sulit. Kegelisahan memainkan peran besar. Kami mendapat satu poin melawan juara Eropa dan sekarang kami menghadapi Iran,” imbuhnya.
Jika ada hal yang membuat cemas Hierro adalah performa David de Gea pada laga pembuka Piala Dunia 2018. Kiper berusia 27 tahun tersebut membuat blunder pada gol kedua Cristiano Ronaldo ke gawang Spanyol.
Melawan Iran, Spanyol harus mampu membongkar pertahanan ketat skuat racikan Carlos Queiroz itu. Hierro sepertinya memutuskan tidak melakukan perubahan besar demi menjaga stabilitas tim. Itu artinya Diego Costa tetap diandalkan untuk kembali mencetak gol ke gawang Iran disokong Nacho Monreal dan Andrea Iniesta sementara pertahanan tetap digalang Sergio Ramos dan Gerard Pique.
Iran sendiri hanya kemasukan lima gol dalam 18 pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 dan menang melawan Maroko lewat gol bunuh diri Aziz Bouhaddouz pada menit ke-90+5.
Carlos Queiroz berharap Saeid Ezatolahi bisa dimainkan kontra Spanyol. Gelandang bertahan yang dijuluki ‘Pogba Persia’ itu melewatkan pertandingan melawan Maroko karena skorsing.
Melawan Spanyol, Queiroz mengatakan butuh pendekatan yang sangat berbeda. “Melawan Spanyol, semua orang dari kiper ke striker dapat menciptakan sesuatu, jadi kita perlu memikirkan strategi yang berbeda,” ucap Queiroz.
Adapun pelatih Iran, Carlos Queiroz tidak mungkin bermain-main dengan timnya yang berhasil meraih kemenangan di pertandingan pembuka lawan Maroko. Hanya saja pemain sayap FK Ostersunds, Saman Ghoddos dapat disimpan di bangku cadangan. 



Lazada Indonesia