Home » Nasional » 94 Penumpang Dilaporkan Hilang

94 Penumpang Dilaporkan Hilang

94 Penumpang Dilaporkan Hilang
Petugas mengevakuasi korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/06).

MEDAN - Kapal KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin, (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB. 94 orang dilaporkan hilang dalam insiden ini.
Sebagian besar penumpang merupakan wisatawan yang menghabiskan waktu berlibur Lebaran.
Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara AKBP MP Nainggolan, di Medan, Senin malam, mengatakan kapal tersebut berangkat dari Dermaga Simanindo, Kabupaten Samosir menuju pelabuahan Tigaras, Kabupaten Simalungun.
Sebelum tiba di Dermaga Tigaras tiba-tiba KM Sinar Bangun mengalami oleng akibat pengaruh cuaca buruk, dengan angin kencang dan ombak cukup besar.
“Kapal penumpang tersebut, akhirnya tenggelam.Dan penumpang mengalami kepanikan dan banyak yang melompot ke perairan Danau Toba,” ujar AKBP MP Nainggolan.
Ada lebih dari 20 penyelam dari SAR dan unsur TNI yang telah dikerahkan ke Danau Toba untuk mencari korban hilang.
Sejauh ini total korban yang telah ditemukan ada 18 orang dengan satu orang meninggal dunia atas nama Tri Suci Wulandari (21). Sementara jumlah korban hilang masih simpang siur, karena kapal tidak memiliki manifest penumpang. Berdasarkan data polisi, Korban hilang diperkirakan mencapai 94 orang.
“Untuk korban kapal yang dinyatakan hilang atau belum ditemukan hingga saat ini berjumlah 94 orang. Angka itu sesuai data sementara pada papan aduan keluarga penumpang yang tertera pada posko,” tulis keterangan resmi Divisi Humas Mabes Polri, Selasa (19/6).
Sampai saat ini kata Polri, jumlah data korban yang valid masih belum dapat dipastikan. “Tidak adanya daftar manifest penumpang menjadi kendala dalam menentukan jumlah penumpang yang menjadi korban,” kata Humas Polri.
Sampai saat ini, upaya pencarian penumpang kapal yang hilang terus dilakukan oleh Tim Gabungan TNI/Polri, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samosir dan Simalungun.
Adapun Pemkab Samosir mengerahkan kapal kayu milik Organisasi Perkapalan Simanindo (OPS) sabanyak tiga unit dan KMP Sumut I. “Diperkirakan pihak keluarga korban yang menyampaikan laporannya ke Posko DVI akan terus bertambah,” tulis keterangan itu.
Hingga Selasa kemarin, keluarga korban memadati area Pelabuhan Tiga Ras terutama di pinggiran dermaga memandang ke Danau Toba melihat tim berputar-putar mencari korban. Sebagian lain bertahan di Masjid Al-Ikhlas memanjatkan doa untuk penemuan korban dalam keadaan hidup atau mati.
Ketika tim mendekat ke dermaga, spontan mereka berdiri dengan harap-harap cemas berharap pencarian ada hasilnya, tetapi kekecewaan yang didapat.
“Sampai siang ini tidak ada lagi yang ditemukan, kami tidak punya harapan lagi,” kata Luhut Sitinjak (48) di Pelabuhan Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, Selasa (19/6).
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, akan segera mengirimkan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT untuk menyelidiki penyebab kecelakaan ini.
“Saya atas nama pribadi dan Kementerian Perhubungan, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun, sehingga jatuh korban jiwa,” kata Budi dikutip dari keterangan resminya, Selasa (19/6).
Budi pun mengungkapkan, beberapa waktu lalu telah menyampaikan peringatan kepada operator kapal, khususnya kapal-kapal yang melayani pelayaran rakyat, agar selalu mengutamakan aspek keselamatan.
“Satu adalah tidak boleh melampaui kapasitas, dan yang kedua, harus menggunakan life jacket,” tegas Menhub.
Menurut Budi, jika dua komponen ini dipenuhi, potensi terjadinya kecelakaan dapat ditekan dan angka jumlah korban jiwa juga dapat diminimalisir. 



Lazada Indonesia