Home » Utama » Pengusaha Filipina Ingin Jalin Kerjasama di Perbatasan

Pengusaha Filipina Ingin Jalin Kerjasama di Perbatasan

Pengusaha Filipina Ingin Jalin Kerjasama di Perbatasan
KETUA Kadin Nunukan, Irsan Humokor saat menemui Bupati Nunukan, Hi. Asmin Luara dan menyampaikan hasil pertemuan di Malaysia.

NUNUKAN - Pengusaha di perbatasan khususnya di pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan patut bersyukur. Sebab, tak lama lagi hubungan perniagaan antar negara di perbatasan tampaknya mulai kembali dipulihkan. Bahkan, saat ini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nunukan masih memperjuangkan hubungan perniagaan tersebut.
Ketua Kadin Nunukan Irsan Humokor mengatakan, dirinya mendapat surat dari pengusaha Filipina yang ingin berniaga di Kabupaten Nunukan. Sehingga diharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dapat memfasilitasi dan membantu para pengusaha tersebut.
Dia mengaku bahwa dalam pertemuan di Malaysia yang dihadiri beberapa negara, Pulau Sebatik memang banyak dilirik untuk pengajuan kerjasama perdagangan.
“Mereka ingin kembali memulihkan kerjasama dengan Indonesia di perbatasan Nunukan. Apalagi dengan negara Malaysia yang saat ini pemerintahan baru. Tentu ini menjaga poin kita kembangkan potensi di perbatasan,” terangnya kepada Koran Kaltara, Sabtu (29/6) kemarin.
Selain itu, kata dia, hasil pertemuan di Malaysia dan adanya surat dari pengusaha Filipina yang ingin bekerjasama sudah disampaikan ke Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid, Sabtu (29/6) kemarin.
“Alhmadulillah, Bupati Nunukan sangat mendukung dan mensupport soal perdagangan ini. Mudah-mudahan bisa segera direaslisaikan agar pengusaha di perbatasan bisa menikmati kerjasama ini,” tambahnya.
Dia mengakui potensi di perbatasan sangatl banyak. Namun, karena belum terkelola dengan baik, maka potensi tersebut terbengkalai. “Contoh, di Sebatik banyak pohon kelapa. Tapi kurang dikelola, makanya banyak kelapa yang jatuh dari pohonya membusuk. Tapi dengan adanya kerjasama ini, maka jelas menghasilkan bagi pengusaha kelapa di sana. Bayangkan, di sini jualnya Rp5 ribu per biji tapi ketika sampai di Malaysia harganya bisa mencapi Rp10 ribu perbiji. Jadi sangat menguntungkan,” tambahnya.
Diketahui, Kadin Kabupaten Nunukan memperkenalkan potensi di perbatasan kepada pemerintah Malaysia. 



Lazada Indonesia