Home » Headline » Agustus Pengembangan KIPI Dimulai

Agustus Pengembangan KIPI Dimulai

Agustus Pengembangan KIPI Dimulai
PENANDATANGAN KERJASAMA : Pihak PT Dragon Land (kiri) bersama pimpinan TSH Resources Berhad Kuala Lumpur, Malaysia melakukan MoU untuk pembangunan KIPI Mangkupadi-Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan.

MALINAU – Jika tak aral melintang, proses pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Mangkupadi-Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan akan segera dibangun pada Agustus mendatang. Sebab, dari kesiapan lahan untuk kawasan yang masuk Hak Guna Usaha (HGU) milik PT BCAP anak perusahaan Dari TSH Resources Berhad telah melakukan memorandum of understanding atau nota kesepahaman dengan PT Dragon Land sebagai developer untuk Industria Area dan Investor di KIPI tersebut.
Hal itu diungkapkan Direktur Operational PT Dragon Land, Budi Hartono kepada Koran Kaltara melalui telepon selulernya, Kamis (28/6) malam. Dikatakannya, rencana awal kawasan yang masuk dalam HGU akan dibeli untuk pembebasan lahan KIPI. Akan tetapi, mereka dalam hal ini TSH Resources Berhad tidak ingin menjualnya.
“Rencananya kita ingin membebaskan lahan yang masuk HGU itu dan ternyata dari pihak mereka tidak mau. Justru mereka pun ingin bergabung dan bekerjasama. Jadi tidak ada pembelian tapi kerjasama melalui MoU itu,” ujar Budi.
Kini, kata dia, lahan HGU milik BCAP yang tidak lagi produktif terhadap kelapa sawit tersebut dalam waktu dekat ini akan segera dibangun dengan luas lahan 3.000 hektare. “Jadi tahap awalnya akan mulai dari lean and clearing sampai pembangunan. Rencananya di Bulan Agustus sudah dimulai,” katanya.
Bahkan, Ia memastikan untuk SK perizinan dari pemerintah pusat akan segera didapatkannya. Karena Informasi yang diterima bahwa SK tersebut telah disetujui di Kementerian Perindustrian. “Sudah diproses dan di pertengahan Juli nanti sudah terbit. Sehingga tahun ini tahap pembangunan Kawasan itu bisa terealisasi,” jelasnya.
Selain pembangunan kawasan industri, Budi juga menegaskan, pihaknya juga akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di kawasan tersebut dengan kapasitas 1.000 megawat di lahan seluas 50 hektare. “Pembangunannya akan bersamaan nanti . Tahap awal kita akan bangun dulu 200 megawat sebagai pendukung pembangunan KIPI itu,” terang dia.
Sedangkan 800 megawat nantinya, sambung Budi, akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. “Kalau 200 megawat ini setengah tahun sudah bisa terbangun. Sisanya 800 megawat akan dilanjutkan lagi. Tapi pembangunan kawasan industri dan PLTU ini beriringan,” ungkapnya. 



Lazada Indonesia