Home » Utama » Cukup Bukti, Owner Arisan Online Akhirnya Dibui

Cukup Bukti, Owner Arisan Online Akhirnya Dibui

Cukup Bukti,  Owner Arisan Online Akhirnya Dibui
Dipenjarakan : Tampak owner arisan online berinisial YL (Tengah) yang telah di penjarakan oleh pihak Polres Bulungan.

TANJUNG SELOR - Sempat menghirup udara bebas, setelah ditetapkan sebagai tersangka, YL (40) akhirnya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Bulungan. YL resmi menjadi tersangka dan dibui, setelah polisi menemukan bukti-bukti kuat, pelanggaran pidana yang dilakukannya.
Tindakan YL, selaku owner arisan online, dianggap sudah merugikan puluhan Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menjadi peserta arisan. Hal ini diketahui, setelah polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita mengatakan, penahanan atas YL sudah dilakukan sejak hari Jumat (7/7) sore.
Gede mengungkapkan, penahan terhadap YL  merupakan tindaklanjut dengan diterimanya hasil dari pihak perbankan yang turut melakukan penelusuran yang berkaitan dengan aliran dana arisan yang sudah merugikan banyak IRT di Tanjung Selor itu.
“Kita sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak perbankan. Koordinasi itu kami lakukan untuk mengetahui jumlah kerugian? Dan dananya itu dialirkan kemana saja, serta kepada siapa saja. Karena hasilnya sudah ada, makanya langsung kami tahan seperti yang saya katakan beberapa waktu lalu,” jelas dia.
Sayangnya, Gede tidak merincikan jumlah kerugian akibat arisan online tersebut. Namun lanjut dia, pertanyaan-pertanyaan yang beredar mengenai YL yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tetapi tidak ditahan disebabkan ada beberapa hal. “Yang jelasnya kami sudah tahan. Untuk masalah jumlahnya, nanti di persidangan,” imbuhnya.
Sebelumnya, kata dia Gede, YL tidak ditahan meski sudah berstatus sebagai tersangka, lantaran mempertimbangkan masa tahan yang ada. Sebab diketahui penelusuran yang dilakukan oleh bank juga membutuhkan waktu dan berjalan lama.
“Artinya jangan sampai masa tahanan sudah habis, tapi hasil dari perbankan belum juga ada. Itu juga menjadi suatu hal yang dipertimbangkan. Tapi saat ini YL sudah resmi ditahan,” sebut Gede.
Saat ini, lanjut dia, pihaknya sementara sedang melengkapi berkas perkara YL sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan, dia berharap tidak ada kendala yang berarti sehingga proses pelimpahan dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Koordinasi juga tengah dilakukan dengan pihak JPU (Jaksa Penuntut Umum) agar dalam melengkapi berkas perkaranya dapat berjalan lancar,” sebutnya.
Sebelumnya diketahui bahwa pihak Satreskrim Polres Bulungan menetapkan YL sebagai tersangka lantaran diduga melanggar pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), tentang Pengelapan dan atau pasal 378 KUHP, tentang Penipuan. “Dengan pidana penjara paling lama empat tahun penjara,” ungkapnya.
Penetapan tersebut, berdasarkan
hasil dan penyidikan serta telah diperoleh bukti permulaan yang cukup. Sebab untuk penetapan tersangka minimal ada dua alat bukti yang didapatkan. “Beberapa waktu lalu sudah kami dapatkan dua alat bukti itu sehingga YL ditetapkan sebagai tersangka,” pungkasnya.



Lazada Indonesia