Home » Utama » Kadin Rangkul Semua Pelaku UKM

Kadin Rangkul Semua Pelaku UKM

Kadin Rangkul Semua Pelaku UKM
OLAHAN LOKAL : Ketua Kadin Nunukan berserta anggota Kadi Nunukan saat memperlihatkan salah satu hasil olahan lokal yang dapat bersaing dengan produk luar.

NUNUKAN - Selain memfokuskan kerjasama antar negara, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nunukan juga terus merangkul para pelaku Usaha Kecil Menegah (UKM) di Nunukan.
Kadin Kaltara yang merupakan Dewan Penasehat H. Aidi Hendrik mengatakan bahwa semua pelaku UKM bisa bergabung di Kadin untuk dibina. Bahkan penjual gorengan pun memiliki hak bergabung di Kadin.
“Saya meluruskan, ada yang mengatakan kalau Kadin ini pengusaha semua. Itu salah, di Kadin ada yang bukan pengusaha,” jelasnya usai jumpa pers, Senin (9/7).
Dia menjelaskan, bahwa Kadin adalah organisasi yang memayungi semua organisasi. Artinya, Kadin adalah induknya dari organisasi.
“Bahkan orang yang tidak punya CV atau PT boleh bergabung. Semuanya akan kami rangkul,” terangnya.
Menurut dia, Kadin merupakan wadah konsultasi, komunikasi, dan advokasi. “Makanya di dalam struktur itu, kita punya orang-orang yang memang punya kemampuan dalam bidangnya, “ bebernya.
Sementara Ketua Kadin Nunukan, Irsan Humokor menyampaikan, bahwa saat ini ada beberapa centre yang didalamnya merupakan produk hasil olahan lokal. Seperti di Tanah Merah, Pelabuhan Tunon Taka dan bandara yang kini tinggal ditempati.
“Nanti hasil olahan para pelaku UKM ini akan dititipkan untuk dijual. Nanti hasilnya akan langsung diberikan bagi pemiliknya. Intinya Kadin hadir untuk memfasilitas pelaku UKM, “ ungkap dia.
Dia juga menegaskan, Kadin tidak dibiayai dari anggaran pemerintah dan tidak digaji. “Jadi anggota yang ada, membentuk sukarela dan keperdulian kepada perekonomian di perbatasan. Karena, terus terang Kadin tidak ada anggaran. Kita murni membantu masyarakat, khususnya pelaku UKM, “ bebernya.
Memang kata dia, masih banyak pelaku UKM yang belum memahami tugas dan fungsi di Kadin. Sehingga membuat pihaknya masih terus melakukan sosiaslisasi kepada masyarakat. Khususnya bagi ibu-ibu yang memiliki usaha dapur.
“Kita akan rangkul semua pelaku usaha. Dan kita juga masih memberikan sosialisasi kepada pelaku,” terangnya.
Dia berharap, dengan adanya usaha dapur atau usaha pelaku UKM, pemerintah tidak menutup mata dan segera memberikan kemudahan memajukan perdagangan di perbatasan.
“Peran pemerintah tentu sangat dibutuhkan. Karena pemerintah satu-satunya yang bisa membantu mereka. Kadin hanya memfasilitasi mereka,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia