Home » Utama » Kadin Berupaya Stabilkan Perekonomian Perbatasan

Kadin Berupaya Stabilkan Perekonomian Perbatasan

Kadin Berupaya Stabilkan  Perekonomian Perbatasan
JUMPA PERS Ketua Kadin Nunukan Irsan Humokor (tengah) Penasehat Kadin Kaltara H. Aidil Hendrik (kanan) dan Penasehat Kadin Nunukan Lumbis (kiri) saat jumpa pers, Senin (9/7).

NUNUKAN - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nunukan terus berbenah menstabilkan perekonomian di perbatasan. Salah satunya dengan menekan produk Malaysia yang beredar di Kabupaten Nunukan.
Dalam jumpa pers, Dewan Penasehat Kadin Kaltara H Aidil Hendrik didampingi Ketua Kadin Nunukan Irsan Humokor dan penasehat Kadin Nunukan Lumbis, menyatakan saat ini pihaknya masih menunggu Mou dari pemerintah di Semenanjung, Malaysia. Sebab, Mou itu sedang berproses di Malaysia.
“Perjanjian kita bukan seperti yang ditafsirkan dalam rilis baru-baru ini, yang lebih cenderung bagaimana produk barang-barang Malaysia saja yang datang. Masa kita terus ketergantungan dengan Malaysia,” terangnya dalam jumpa pers, Senin (9/7).
Dia menegaskan, bahwa dalam perjanjian itu pihaknya menyodorkan minimal ada pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena, selama ini perdagangan atau barang Malaysia yang masuk tidak pernah masuk ke pemerintah, selain dari Cukai.
“Kita sodorkan komposisinya 60 dan 40. Dari Malaysia 60 dan 40, kita juga harus masuk. Bukan berarti produk kita tidak ada yang unggul,” tambahnya.
Menurut dia, hal tersebut akan menghilangkan pemikiran, jika perbatasan selalu menerima barang Malaysia.
“Kemudian yang juga kita inginkan agar ada income yang masuk ke daerah. Jadi, selama ini pemerintah tidak pernah menyentuh. Ada nggak selama ini barang dari Malaysia yang masuk ke daerah,” bebernya.
Menurutnya, jika nanti Mou dari pemerintah Malaysia telah selesai, maka pihaknya akan mempelajari perjanjian itu.
“Minimal satu atau dua hari kita pelajari. Agar usulan apa yang mereka sodorkan yang kita tidak setuju kita akan coret dan tandai, yang mana mereka setuju kita deal. Kemudian kita memasukan apa yang telah dirancang. Kita libatkan pengacara, “ bebernya.
Contohnya, kata dia, mengenai penghasilan rumput laut. Sebenarnya hasil rumput laut di Nunukan sangat tinggi. Namun karena tidak dikendalikan dan tidak dimonitoring, sehingga masuknya dengan cara tutup mata.
“Saya berbicara ini karena kita sudah ada stastiknya dan kita kroscek di Malaysia. Itu angkanya cukup signifikan. Sebenarnya barang-barang seperti ini diupayakan agar tidak ada pelaku pelaku memanfaatkan ini. Sehingga tidak ada dampak bagi daerah. Karena mereka yang diuntungkan bukan kita. Ini perlu kita pertegas di pemerintah provinsi,” sambungnya.
Sementara itu, Penasehat Kadin Nunukan, Lumbis mengatakan saat ini pemerintah Malaysia, khususnya di Tawau tengah melirik dan ingin kembali membuka peluang kerjasama di bidang perdagangan.
“Sekarang pemerintahan Malaysia di Tawau adalah pemerintah baru. Dan mereka juga tertarik dengan kerjasama di perbatasan, “ pungkasnya. 



Lazada Indonesia