Home » Utama » Hemat Anggaran, Sekolah Cetak Buku Sendiri

Hemat Anggaran, Sekolah Cetak Buku Sendiri

Hemat Anggaran, Sekolah Cetak Buku Sendiri
Salah satu buku yang dicetak sendiri oleh pihak sekolah. Tampilan sama persis dengan buku yang dijual di toko buku.

TANA TIDUNG- Dalam penerapan Kurikulum Tahun 2013 (K13), banyak buku yang harus disiapkan agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Bila mengikuti pemesanan buku, maka dikhawatirkan akan mengeluarkan tidak sedikit biaya. Namun hal itu tidak berlaku bagi SDN 013 Sesayap yang ada di Desa Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap yang mampu menghemat anggaran untuk pembelian buku dengan mencetak buku secara mandiri.
Sebagaimana hal ini diungkapkan oleh Kepala SDN 013 Sesayap, Endang Amor pada Selasa (10/7) kemarin bahwa pembelian dan pemesanan buku akan memakan biaya yang tidak sedikit sehingga pihak sekolah mensiasati dengan mencetak buku secara langsung, imbasnya pihak sekolah mampu melakukan penghematan hingga puluhan ribu rupiah, tapi dengan hasil akhirnya kegiatan belajar mengajar tetap maksimal.
“Dengan kerja keras dan bantuan teman-teman guru yang ada di SDN 013 Sesayap ini kita mampu mencetak buku tanpa mengeluarkan biaya tidak sebesar biaya saat memesan dan membeli buku secara langsung, saya apresiasi dengan kerja keras yang ditunjukkan oleh teman-teman guru semua yang ada disini, ini benar-benar luar biasa karena anak-anak tetap belajar semaksimal mungkin,” jelasnya.
Ia mengakui pada awal penerapan K13 pihaknya sempat bingung sebab untuk pemesanan dan pembelian buku paket baik untuk para guru maupun untuk anak didik akan memakan biaya besar tapi dengan inisiatif teman-teman guru dan pihak sekolah secara bersama-sama maka mereka memutuskan untuk mencetak buku yang sama persis dengan buku seharusnya saat dibeli, akhirnya kegiatan belajar mengajar aman.
“Kalau ini tidak disiasati sudah pasti akan banyak kendala dalam penerapan K13 yang terbilang baru beberapa tahun ini dilakukan, pada awal penerapan seringkali permasalahan pengiriman buku paket dari pemerintahan pusat dikeluhkan tapi kita terus berupaya bagaimana anak-anak tetap bisa belajar maksimal dengan adanya buku meski dengan uang sekolah yang minim, saya benar-benar bersyukur teman-teman guru mau bekerja keras melakukan pencetakan buku ini dengan alat seadanya tapi hasilnya maksimal karena bukunya sama persis dengan buku yang dibeli,” bebernya.
Ia menguraikan dengan perhitungan jika buku digandakan (foto copy) justru bisa mengeluarkan melebihi Rp 45 ribu perbukunya akan tetapi jika dicetak maksimal sekolah mengeluarkan biaya sekitar Rp 35 ribu saja, buku paket untuk anak didik ini dibagikan secara gratis oleh pihak sekolah dengan tujuan buku paket akan menjadi acuan dan mempermudah anak belajar apakah saat dikelas maupun dirumah nantinya.  



Lazada Indonesia