Home » Utama » Hasil Maksimal, Program SRI Dipertahankan

Hasil Maksimal, Program SRI Dipertahankan

Hasil Maksimal, Program SRI Dipertahankan
Produksi padi yang dilakukan oleh pemerintah diyakini akan terus ditingkatkan hingga menjadikan KTT sebagai lumbung pangan di Kaltara.

TANA TIDUNG- Penanaman padi dengan program System of Rice Intensification (SRI) dipastikan akan dipertahankan, mengingat hasil produksi padi Tahun 2016 sebesar 1.989 ton dan hasil produksi padi ini diperkirakan diupayakan akan terus ditingkatkan supaya dapat mengcover kebutuhan konsumsi masyarakat di Kabupaten Tana Tidung (KTT) dengan harga lebih terjangkau.
Wakil Bupati, Markus, mengatakan bahwa melalui program dengan dukungan pupuk organik dan infrastruktur pengairan (irigasi) yang memadai membuat target pemerintah menjadikan daerah sebagai daerah swasembada pangan dapat terwujud semaksimal mungkin.
Dengan hasil pada sektor pertanian sekitar 52,6 persen pemerintah juga mengembangkan dan meningkatkan sektor perikanan, perkebunan, peternakan termasuk kehutanan. “Selain Padi melalui program SRI yang terus dipertahankan tentunya komoditas jagung dan kedelai, termasuk peningkatan populasi ternak, produksi dan konsumsi susu, telur dan daging menjadi tantangan untuk ditingkatkan di tahun depan, 2019 mendatang,” ujarnya.
Diketahui pengendalian areal abadi lahan sawah pertanian sebesar 550 Hektar (Ha), pengembangan program 1000 Ha untuk peningkatan perikanan budidaya, pengembangan sapi perah juga optimalisasi kinerja Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang ditempatkan disejumlah desa agar memaksimalkan hasil pertanian, perikanan, peternakan dan sektor lainnya.
“Pemerintah KTT berharap dengan maksimalnya hasil pertanian akan menjadikan kawasan KTT sebagai lumbung pangan di Kalimantan khususnya Kalimantan Utara (Kaltara), tidak adalagi kebutuhan konsumsi masyarakat masih dipenuhi oleh pemasok beras dari luar daerah jika ini terus ditingkatkan, akan banyak hasil pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat yang ada di KTT ini,” harapnya.
Sebagai informasi, harga beras di KTT masih terbilang sangat tinggi jika dibandingkan dengan daerah khususnya di Provinsi Kaltara karena rata-rata pedagang masih mengandalkan pemasok luar daerah yang mampu memenuhi kebutuhan pembelinya, peningkatan hasil padi di KTT diharapkan dapat menekan harga pasaran padi itu sendiri nantinya. 



Lazada Indonesia