Home » Utama » Kesbangpol Gandeng KPU Sosialisasi UU Pemilu

Kesbangpol Gandeng KPU Sosialisasi UU Pemilu

Kesbangpol Gandeng KPU  Sosialisasi UU Pemilu
SOSIALISASI : Ketua KPU Malinau Gamaliel bersama Kepala Kesbangpol Malinau Muhammad Maksum saat menjadi Narasumber sosialisasi UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

MALINAU – Untuk meningkatkan partisipasi Pemilihan Umum pada Pileg dan Pilpres 2019 mendatang, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Malinau dan Komisi Pemilihan Umum Malinau terus melakukan Sosialisasi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Kepala Kesbangpol Malinau, Muhammad Maksum mengatakan, sudah menjadi tugas dan tanggungjawab dari Pemerintah Daerah melakukan sosialisasi ke seluruh Kecamatan-kecamatan di Malinau.
“Tujuannya adalah agar dalam proses pemilihan umum pada 17 April 2019 mendatang, masyarkat lebih paham dan mengerti. Bahkan, bisa menggunakan hak suaranya nanti,” ungkap Maksum, kepada Koran Kaltara, saat ditemui di Kantor Kecamatan Malinau Kota,Selasa (10/7).
Karena menurut dia, sejauh ini partisipasi masyarakat di Malinau pada saat Pemilukada masih jauh dari yang diharapkan.
“Dari data yang ada di kita, peran masyarakat dalam memilih masih dibawah 80 persen. Artinya belum sampai ke 80 persen itu,” ujarnya.
Sebab itu, kata dia, melalui sosialisasi di setiap Kecamatan bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menggunakan hak suaranya.
“Setidaknya tahun 2019 nanti, partisipasi pemilih bisa melebihi target Nasional yaitu 77 persen. Mudah-mudahan tingkat pemilih di Malinau mencapai 80 persen itu sudah lebih baik,” harapnya.
Alasannya lebih awal melakukan sosialisasi ini, kata Maksum, untuk menghindari kegiatan besar yang nantinya akan dilaksanakan pada akhir tahun 2018 ini.
“Kalau mendekati Iraw dan Natal nanti, tentu kita akan mengalami kesulitan untuk mensosialisasikan Undang-undang ini. Apalagi terbentur dengan transportasi udara,” terang dia.
Sejauh ini, Maksum menyatakan bahwa pihaknya juga telah melakukan kegiatan tersebut di beberapa kecamatan terutama di kawasan perbatasan.
“Dari 15 kecamatan yang ada, kami sudah lakukan di wilayah perbatasan seperti Camat kayan Hulu, Kayan Selatan , Kayan Hilir, Sungai Boh, sungai Tuguh dan Mentarang Hulu juga sudah,” sebutnya.
Yang tersisa, kata dia, tinggal Kecamatan Bahau dan Kecamatan Pujungan. “Rencananya minggu depan akan kita laksanakan. Nah sementara ini, kami lakukan dulu di wilayah perkotaan seperti Kecamatan Malinau Kota, Utara, Selatan, bahkan Malinau Barat,” ungkapnya.
Sementara Ketua KPU Malinau, Gamaliel Hirung Ding mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan yang telah dilakukan bersama-sama dengan Kesbangpol Malinau. “Yang pertama kami sudah melaksanakannya di empat kecamatan yang ada di perbatasan. Dan untuk di daerah perkotaan ini yang pertama kalinya,” kata Gamaliel.
Pada prinsipnya kata dia, pihaknya berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat disetiap level mengenai tentang Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan Umum ini. “Hal yang terpenting itu yaitu apa saja fungsi dari masyarakat, partai politik dan peserta pemilu siapa saja. Serta peran pemilu itu bagaimana,” terangnya.
Menurut Gamaliel, pada saat memberikan diskusi tentang pemilihan umum di enam kecamatan yang telah digelar pada bulan lalu. Banyak persoalan dan permasalahan yang ditemui di lapangan. “Ternyata masih banyak yang belum memahami tentang daftar pemilih dan bagaimana dengan yang tidak memiliki e-ktp. Kemudian pertanyaan kampanye yang dimana keterlibatan aparat desa dan sekdes dipertanyakan di setiap pertemuan itu,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Daerah tidak hanya mensosialisasikan ke masyarakat. Namun, perlu juga melibatkan seluruh partai politik yang nantinya akan bertarung di tahun 2019 mendatang. “Jadi selain tokoh masyarakat, RT dan Kades. Perlu juga diundang pengurus atau anggota partai politik agar bisa mengetahui juga problem di lapangan,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia