Home » Politik » KPU Minta Tambahan Anggaran

KPU Minta Tambahan Anggaran

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta tambahan anggaran dan bantuan lembaga pemerintah untuk memperkuat sistem teknologi informasinya dalam rangka menghadapi pemilhan umum 2019.
Ketua KPU Arief Budiman merasa tantangan yang akan dihadapi KPU di Pemilu 2019 lebih besar dan rumit ketimbang sebelumnya.
“(Penguatan) dalam bentuk anggaran. Anggaran sudah kami ajukan juga, sudah dibahas juga. Tapi kami ingin lebih cepat supaya dipersiapkan lebih awal,” kata Arief sesuai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/7).
Arief enggan membeberkan jumlah tambahan anggaran yang diminta lembaganya. Namun ia memperkirakan angkanya tidak besar. “Harusnya sih enggak banyak,” tuturnya.
Selain masalah anggaran, KPU meminta bantuan dari lembaga-lembaga pemerintah untuk memperkuat keamanan sistem mereka. Arief menjelaskan pihaknya telah bertemu dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Badan Sandi dan Siber Negara, dan Direktorat Cyber Crime Kepolisian Republik Indonesia guna meminta dukungan.
Arief berujar bantuan dari lembaga-lembaga pemerintah itu bisa berupa penempatan sejumlah pegawai yang ahli di bidang IT di KPU. “Jadi kami sampaikan bahwa kami tidak bisa menyelesaikan persoalan ini sendiri, maka kami butuh bantuan dari lembaga-lembaga pemerintah yang punya keahlian di bidang ini,” ucapnya.
Ia membantah permohonan lembaganya ini terkait peristiwa peretasan situs KPUD beberapa waktu lalu. Dalam peta jalan yang disusun KPU, kata Arief, penguatan sistem teknologi informasi dijadwalkan terus dilakukan sampai 2019.
Namun Arief berharap andai ada insiden peretasan situs KPU kembali maka personel kepolisian yang ditempatkan di kantornya bisa segera mengetahui pelakunya. “Sebetulnya kami punya tim itu, tapi jumlah SDM kami terbatas,” ujar dia.



Lazada Indonesia