Home » Patroli » Gerak Cepat, Polisi Bekuk Pembunuh Sulfiadi

Gerak Cepat, Polisi Bekuk Pembunuh Sulfiadi

Gerak Cepat, Polisi Bekuk Pembunuh Sulfiadi
AKHIRNYA MENYERAH: Sempat berusaha melarikan diri, tiga pelaku pembunuhan Sulfiadi akhirnya dibekuk anggota Satreskrim Polres Bulungan.

TANJUNG SELOR- Anggota Satreskrim Polres Bulungan akhirnya berhasil menangkap 3 orang pelaku pembunuhan Sulfiadi (27), karyawan di sebuah perusahaan yang beroperasi di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak. Ketiga pelaku itu adalah JN (21) yang merupakan eksekutor, F (26) dan I (21) yang turut membantu dalam upaya menghilangkan nyawa korban.
Tewasnya Sulfiadi disebut karena perselisihan antara F dan I dengan Subhan yang merupakan adik korban. Perselisihan ini sebenarnya sudah berlangsung lama, sejak masih di kampung halaman mereka, dan berlanjut hingga saat ini.
“Pelakunya sudah kita ringkus sejak kemarin (Selasa, red) sekira pukul 14.20 Wita. Ada 3 orang tersangka dalam kasus pembunuhan ini. Setelah membunuh korban, ketiga pelaku ini sudah ada niat untuk melarikan diri. Tapi karena mereka itu adalah orang baru di Bulungan, mereka tidak tahu medan,”ujar Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan, AKP Gede Prasetia Adi Sasmita, Rabu (11/7).
Gede mengungkapkan, ketiga pelaku tersebut diringkus di tiga lokasi berbeda. Namun, lokasi tersebut masih di sekitar area Kecamatan Sekatak.
Untuk JN diringkus ketika ia hendak meminta air minum di rumah warga karena merasa kehausan lantaran akan kabur. Sedangkan untuk kedua pelaku lainnya berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dibantu warga setempat.
“Kita tangkap dengan dibantu warga setempat juga. Karena warga juga resah dengan kasus ini. Setelah kita interogasi, si pelaku ini merasa dendam kepada adik si korban, semenjak masih berada di kampung halaman. Tapi masalah itu, sampai dibawa ke tempat mereka bekerja di daerah Sekatak. Karena merasa dendam dengan adik korban, pada hari Jumat (6/7), mulai muncul niat untuk membunuh korban dengan cara meracuni korban. Hanya saja pelaku pada saat itu tidak menemukan racun di Sekatak,” jelas Gede.
Setiap kali bertemu, kata Gede, pihak pelaku selalu ditantang oleh adik korban, demikian juga dengan korban yang terus menantang pelaku sembari mengucap “jangan hanya jadi jagoan kampung saja”. Terluka hati akibat tantangan itu, pelaku utama bernama JN merasa dendam.
“Makanya muncul lah rencana untuk membunuh si korbannya. Nah kebetulan ketiga pelaku ini memang berteman cukup akrab. Dan mereka sepakat merencanakan pembunuhan terhadap korban dengan cara menghadangnya ketika akan pergi dari camp-nya. Sudah direncanakan sematang-matangnya dengan berbagi peran. Siapa yang jadi pancingan dan siapa yang akan menghadang korban,”jelasnya.
Setelah dicek, didapati motor milik korban parkir di tempat yang biasa digunakan untuk mencari sinyal telepon seluler, di area bukit di dekat kantor sekitar camp. Saat itu pelaku tidak langsung menemui korban, melainkan menunggu korban pulang.
“Pada saat korban hendak pulang, dicegat oleh pelaku JN, sembari bertanya mau kemana, dikatakan korban mau pulang, aku ikut, ucap pelaku, berboncengan lah mereka,” jelas Gede.
Namun, dalam perjalanan tersebut, F dan I telah menunggu untuk memberhentikan korban. Di saat itulah korban dipegang oleh keduanya, sementara JN bertugas menusuk leher korban dengan senjata tajam (sajam) jenis taji ayam. Senjata ini didapat dari penduduk kampung.
“Sebenarnya si korban ini sempat berlari. Bahkan sempat akan dipukuli lagi oleh F dan I. Tapi JN melarang, karena si korban sudah bersimbah darah. Sejak itu, korban sudah tidak pulang-pulang hingga akhirnya ditemukan sekira pukul 21.00 Wita oleh karyawan lainnya dalam kondisi sekarat,” pungkas Gede. 



Lazada Indonesia