Home » Nasional » Presiden Minta Polri Buang Budaya Koruptif

Presiden Minta Polri Buang Budaya Koruptif

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta segenap anggota Kepolsian Republik Indonesia (Polri) terus meningkatkan kinerja dan membuang budaya koruptif.
“Saya instruksikan seluruh jajaran kepolisian RI untuk terus tingkatkan kinerjanya, yaitu membuang budaya koruptif, hindari tindakan yang berlebihan dan tingkatkan kepercayaan publik,” kata Presiden Joko Widodo pada acara peringatan Hari Bhayangkara ke-72 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7).
“Mantapkan soliditas internal dan profesional Polri untuk menumbuhkan dan memperkokoh semangat kebersamaan menghadapi tantangan yang semakin kompleks,” katanya dalam acara yang dihadiri pula oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian serta para pejabat Polri itu.
Presiden juga menginstruksikan kepada anggota Polri untuk memperbaiki kelemahan internal dalam penegakkan hukum serta mengedepankan langkah pencegahan dan tindakan humanis dalam menangani persoalan sosial.
“Tingkatkan komunikasi, koordinasi dengan aparat TNI dan semua elemen bangsa dan masyarakat dalam menjalankan tugas,” katanya.
Ia mengatakan dengan meningkatkan soliditas dan profesionalisme, Polri akan menjadi institusi yang dipercaya oleh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus pengayom masyarakat.
“Dirgahayu kepolisian, terus tegakkan Rastra Sewakottama, abdi utama nusa dan bangsa, selamat bertugas,” kata Presiden.
Dalam acara tersebut, Presiden juga menganugerahkan tanda kehormatan bintang Bhayangkara Nararya kepada empat orang anggota Polri berprestasi.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-72 juga dihadiri oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Jaksa Agung Prasetyo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta para menteri Kabinet Kerja.
Hadir juga pimpinan KPK Agus Rahardjo, Saut Situmorang, Basaria Panjaitan, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, para duta besar negara sahabat dan para pejabat negara lainnya.



Lazada Indonesia