Home » Utama » SMA Kebangsaan Dilirik Jadi SPN Polda Kaltara

SMA Kebangsaan Dilirik Jadi SPN Polda Kaltara

SMA Kebangsaan Dilirik Jadi SPN Polda Kaltara
TINJAU GEDUNG : Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit bersama rombongan di lokasi Bangunan SMA Kebangsaan, Desa Tanjung Palang, Kecamatan Malinau Barat.

MALINAU – Bangunan Sekolah SMA Kebangsaan yang dibangun oleh Pemkab Malinau KM 8, Jalan Swadaya Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat, rencananya akan dialihfungsikan menjadi Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltara.
Bupati Malinau Yansen TP mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyusun dokumen dan persyaratan terkait gedung SMA Kebangsaan yang akan dialihkan menjadi Sekolah Polisi Negara oleh Polda kaltara.
“Jadi untuk SPN kita sedang membuat dan sedang menyusun dulu,” kata Yansen kepada Koran Kaltara, saat ditemui usai memimpin Upacara Hut Bhayangkara ke 72 tahun di Halaman Mapolres Malinau, Rabu (11/7) pagi.
Rencana Pengalihan itu, kata Yansen, telah mempertimbangkan fungsi yang maksimal terhadap keinginan maupun kebutuhan Polri, dalam hal Sekolah Polisi Negara tersebut.
“Paling tidak gedung itu bisa digunakan dalam pengembangan sumber daya manusia dengan adanya SPN ini,” terang dia.
Sedangkan untuk lahan 100 hektar yang diserahkan tersebut, kata dia, itu merupakan salah satu dukungan dari Pemerintah Daerah terhadap Polri mengembangkan organisasinya.
“Jadi sepanjang yang dibutuhkan mereka, tentu kita dukung. Nah kebetulan kita hanya bisa menyediakan lahan. Jadi untuk pembangunannya kita serahkan ke Polri, apakah dibangun brimob dan sebagainya,” katanya.
Sementara Kapolres Malinau AKBP Bestari H Harahap membenarkan hal tersebut. Dimana dalam kunjungan Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit beberapa waktu lalu, telah melakukan peninjauan langsung ke SMA Kebangsaan tersebut.
“Dari hasil tinjauan itu, beliau (Kapolda Kaltara Brigjen Indarjit) menilai dari segi bangunan sudah cukup bagus. Apalagi gedungnya sudah berdiri tegak, sehingga yang diperlukan hanya lah renovasi saja,” kata Kapolres.
Namun untuk merealisasikannya, kata Kapolres, pihaknya mewakili Polda Kaltara hanya dapat menunggu kepastian dari Pemkab Malinau. Karena, di dalam proses penghibahan gedung atau pun bangunan perlu proses.
“Kita menunggu pelepasan aset saja dari Pemda yang tentu melalui persetujuan dari DPRD. Kalau itu semua selesai tentu akan ada penyerahan NPAD lagi dari Pemda ke Polri,” jelasnya.
Sedangkan untuk penghibaan lahan 100 hektare yang berada di Desa Setarap, kata Bestari, awalnya itu rencana memang dijadikan sebagai lahan SPN dan Brimob Kaltara.
“Tapi karena ada niat dari Pemda yang berencana menghibahkan gedung SMA itu. Makanya berubah, jadi lahan tanah itu bisa saja dibangun untuk lain. Namun menunggu kepastian dari Mabes Polri,” ungkapnya.
Dengan demikian, Bestari memastikan untuk SPN dimungkinkan menggunakan bangunan sekolah SMA Kebangsaan tersebut. Apalagi, di setiap Kabupaten dan kota juga menghibahkan lahannya untuk pembangunan SPN.
“Kan Kabupaten dan kota lain juga ada menghibahkan lahannya untuk pembangunan SPN. Tapi kalau di Malinau sudah tidak perlu lagi mensurvei lahannya karena gedung SMA sudah ada. Apalagi konsep awal sekolah itu bertaraf internasional. Nah misalnya jadi SPN, Kapolda pun yakin sesuai dengan spek SPN ini yang akan megah dari SPN lainnya,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia