Home » Utama » Wakil Bupati Apresiasi Masyarakat Hibahkan Lahan ke Polri

Wakil Bupati Apresiasi Masyarakat Hibahkan Lahan ke Polri

Wakil Bupati Apresiasi Masyarakat  Hibahkan Lahan ke Polri
BERI PENGHARGAAN : Kapolres Malinau AKBP Bestari H Harahap saat memberikan piagam penghargaan kepada Kepala Desa dan Tokoh Adat yang telah menghibahkan lahannya ke Polri.

MALINAU – Pemkab Malinau mengapresiasi masyarakat, khususnya Kepala Desa maupun kepala adat yang sudah menghibahkan beberapa lahannya untuk kepentingan sarana dan prasarana Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara.
“Atas nama Pemerintah Daerah, tentu kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi Camat dan Desa maupun tokoh adat yang sudah rela menghibahkan lahannya untuk kepentingan Polri,” ungkap Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah saat menghadiri syukuran Hut Bhayangkara ke-72 Tahun di Halaman Mapolres Malinau, Rabu (11/7).
Menurut dia, hibah lahan yang diberikan masyarakat melalui Pemerintah Daerah ke Polda Kaltara, tentu tidak terlepas dari upaya yang terbangun selama ini.
“Artinya bahwa Polri melalui babinkamtibmas di setiap Polsek-Polsek itu sudah sampai ke bawah atau ditengah masyarakat,” ungkapnya.
Topan mengaku masyarakat tidak lagi merasa takut dengan kehadiran kepolisian.
“Sebab itu, perlu ditanami terus menerus sehingga antara masyarakat dan kepolisian bisa saling sinergitas dalam membangun daerah terutama menjaga kamtimbas dilingkungannya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Punan Gong Solo Sarun Irang mengatakan, sebagai Pemerintahan Desa sangat mengharapkan kehadiran Polri ditengah masyarakat.
“Apalagi memang keinginan dari masyarakat setempat yang mana ingin adanya pos kepolisian. Paling tidak warga saya juga merasa aman dan nyaman,” ungkap Sarun.
Disamping itu, kata dia, tingkat kerawanan kejahatan belum menonjol. Hanya saja, masyarakat setempat begitu resah saat aktifitas para pemuda yang terpengaruh dengan minuman keras.
“Kalau ditempat kami, itu memang ada meresahkan juga. karena rata-rata pemudanya sering juga mabuk-mabukan. Nah dengan kehadiran polisi di wilayah kami, tentu kemanan dan ketertiban di desa juga terbantu,” jelasnya.
Ia menyebutkan, untuk luas lahan yang diberikan ke Polri yakni 30x30 meter. Tetapi, jika masih membutuhkan lahan yang begitu luas pihaknya juga telah mempersiapkannya.
“Kalau ukuran 30x30 meter untuk pendirian Pospol. Tapi, kalau memerlukan lahan yang luas sudah disiapkan satu paket lahan dengan Kecamatan berkisar 7 hektrae,” sebutnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Setarap Jemi Loter. Dia mengatakan hibah lahan tersebut bertujuan agar di desanya memiliki perkembangan pembangunan siginifikan.
“Tujuan kami agar di desa cepat berkembang. Karena selama ini Desa Setarap itu masih lambat, terutama dalam pembangunan jalan. Nah jika ada lembaga Polri di desa kami, kemungkinan ada perbaikan dan sebagainya,” terang dia.
Disamping itu, diakuinya, untuk potensi kriminal di lokasinya cukup tinggi terutama dari segi sengketa lahan.
“Karena selama ini dari tahun ke tahun penyelesaian sengketa lahan di lokasinya itu belum juga selesai. Maka dari itu, masyarakat setempat pun berinisiatif dan memutuskan sebagian lahan yang ada dihibahkan. Supaya, di lingkungan sekitar terciptanya kemanan dan tidak ada keributan lagi,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia