Home » Advertorial » Dinas Pendidikan Kaltara Revitalisasi SMK

Dinas Pendidikan Kaltara Revitalisasi SMK

Dinas Pendidikan Kaltara Revitalisasi SMK
Tampak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara, Sigit Muryono memberi pengarahan sesaat setelah membuka langsung kegiatan “Revitalisasi SMK dan Peta Jalan 2018” di Ruang Pertemuan Hotel Padma, Tarakan, Selasa (10/7) malam.

TARAKAN- Pendidikan vokasi di Indonesia memasuki babak baru. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan, yang disusul dengan nota kesepahaman antar kementerian terkait, seakan menjadi roket pendorong pendidikan vokasi di negeri khususnya revitalisasi untuk di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kaltara, Sigit Nurmanto mengatakan bentuk revitasisasi di Kaltara yakni revitalisasi dari system, pengelolaan dan bentuk kerja sama. Tiga poin inilah menjadi acuan dalam melaksanakan revitalisasi SMK.
Salah satu bentuk revitalisasi yakni SMK wajib melakukan kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industi (DUDI), kemudian system pendidikan menganut pada spektrum yang di atur dalam Peraturan Menteri Permen (Permen). “Sejauh ini, kita terus medorong dalam hal MoU dengan DUDI,” ucap Sigit.
Dalam aturan tersebut memuat beberpa poin diantaranya program studi. Prodi pada setiap SMK ini harus sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing ataupun kebutuhan di wilayah setempat yang akan datang.
Untuk wilayah Kaltara, ia melihat dalam penyediaan prodi pada ajang revitalisasi SMK ini yakni prodi yang bergerak pada sektor tehnik alat berat, selain itu sektor perkebunan. Dua sektor ini memiliki daya serap yang cukup tinggi untuk di dunia kerja. Kendati demikian, jeboln SMK tidak hanya mampu bersaing pada dunia kerja, melainkan mampu mencipatkan dan membuka lapangan kerja sesuai dengan keahlian yang di dapatkan selama SMK. “Jebolan SMK juga harus mampu berkarir di dunia wirausaha,”ucapnya.
Selain itu, akan ada proses kajian terhadap provinsi ini, mengenai kebutuhan prodi-prodi yang real, sehigga pembukaan prodi tidak berdasarkan keinginan, melainkan kebutuhan.salah satu contoh prodi perhotelan, untuk di Tarakan sendiri sudah cukup bagus daya serap. Melihat jasa perhotelan di Tarakan cukup baik.
Sementara Peta Jalan 2018 di Kaltara lebih kepada penguatan, yakni peningkatan kualitas tenaga pengajar yang lebih produkrif. Selain itu pihaknya telah mengajukan ke pemerintah untuk lebih mengutamaka guru mata pelajaran yang produktif. Sementara untuk diwilayah perbatasan pada dasarnya cocok untul prodi budidaya. Kendati demikian prodi perkebunan juga sudah cocok. Hal ini  melihat kondisi dilapangannya lebih dominan sektor pertanian dan perkebunan. 



Lazada Indonesia